Aneh, Dinas Sosial Abdya Tarik Kembali Dana Bantuan Untuk Masyarakat Miskin

AJP.Com, Blangpidie - Kebijakan janggal dan aneh dilakoni oleh pihak Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Pasalnya dana bantuan senilai Rp. 10 juta yang diperuntukan bagi setiap kepala keluarga kurang mampu di kabupaten tersebut ditarik kembali dari masyarakat setelah disalurkan.

Kejadian memprihatinkan tersebut menimpa, Mariana (57)  keluarga janda tiga anak kurang mampu di Gampong (desa) Meudang Ara Kecamatan Blangpidie.

Mariana kepada wartawan, Rabu (22/1/2013) menyebutkan, pada tahun 2012 dia pernah mengajukan sebuah proposal permohonan bantuan dana yang diajukan ke Dinaskertrans Abdya dengan harapan, untuk mendapatkan dana bantuan yang nantinya akan dibuat rumah ala kadarnya sebagai tempat berteduh.

Setelah mengajukan permohonan dana pada tahun 2012 lalu, ternyata akhir Desember 2013, Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan rehab rumah sebesar 10 juta per kepala keluarga (KK) yang diperuntukan bagi 30 KK keluarga kurang mampu  di Abdya, dari 30 KK tersebut termasuklah Mariana sebagai penerima bantuan tersebut.

Anehnya, tidak tahu kenapa baru satu malam Mariana menerima dana tersebut, keesokan harinya, pihak Disnakertrans Abdya meminta uang bantuan itu untuk dikembalikan dengan alasan nama Mariana tidak tercantum dalam daftar penerima dana tersebut.

Sempat terjadi tarik ulur antara dinas terkait dengan pihak keluarga Mariana, namun karena alasan malu dengan tetangga lain, akhirnya pihak keluarga Mariana luluh sembari menyerahkan uang itu.

“Hanya satu malam saya memegang uang itu, namun keesokan harinya kepala dinas terkait datang dan meminta uang itu untuk dikembalikan. Menurutnya nama saya tidak tercantum sebagai penerima bantuan dan telah terjadi kekeliruan penyaluran dana,” ujarnya dengan nada sedih.

Pasca ditariknya kembali dana tersebut, Mariana merasa kecewa dan sedih, sebab hingga saat ini keinginannya untuk memiliki rumah sendiri menjadi sirna. Ditambah lagi perekonomian keluarga yang selama ini ia jalani serba kekurangan. Bertahun-tahun ia terpaksa tinggal bersama orang tuanya yang juga sudah memasuki usia renta.

"Hana Rezeki lon. Padahal baru kali ini saya mendapat bantuan, belum saya pakai lagi sudah di minta dikembalikan lagi”. Ungkap Mariana sedih.

Betapa tidak, semenjak ditinggal pergi sang suaminya sudah 17 tahun silam Mariana belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah termasuk bantuan Konvensasi Kenaikan BBM. (Putra)