Atribut Parpol Di Abdya Masih Bertebaran, Kinerja Panwaslu Dipertanyakan

AJP.Com, Blangpidie - Maraknya pemasangan atribut calon legislatif (Caleg) dari sejumlah partai politik (Parpol) nasional hingga lokal yang dipasang di pohon-pohon, tiang listrik dan tiang telepon disepanjang jalan protokoler, taman kota dan disejumlah zona larangan lainnya yang tidak kunjung ditertibkan memunculkan beragam pertanyaan mengenai kinerja Panwaslu Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama ini.

Sebab, bebasnya pemasangan atribut caleg disepanjang ruas jalan nasional dan di tempat larangan dalam kabapaten itu membuat keindahan kota tidak lagi terjaga, bahkan tidak sedikit rambu-rambu lalulintas yang tertutup atribut parpol itu.

Cara-cara yang lazim dilakukan calon anggota legislatif untuk memperkenalkan dan sekaligus pendekatan diri kepada masyarakat di masing-masing daerah pemilihannya itu tidak hanya di Abdya, tapi juga telah membudaya di seluruh Tanah Air.

Meski terkadang, cara sosialisasi para caleg  itu kerap melanggar aturan yang ditetapkan namun kondisi tersebut diabaikan oleh sebagian calon yang akan memperebutkan kursi di legislatif sebagai wakil rakyat.

Padahal, jika dilihat dari aturan menurut peraturan KPU nomor 15 pasal 17 ayat 1 huruf (a) berbunyi alat peraga kampanye tidak ditempatkan pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan.

Sedangkan huruf (b) poin 1 berbunyi baliho atau papan reklame hanya diperuntukkan bagi parpol 1 unit untuk satu desa/kelurahan atau nama lainnya memuat informasi nomor dan tanda gambar parpol dan atau visi, misi, program, jargon, foto pengurus parpol yang bukan calon anggota DPR dan DPRD.  (putra)