Bocah Afganistan Tewas Ditembak Tentara Amerika


AJP.Com Kabul - Seorang bocah berusia 4 tahun dilaporkan tewas dalam serangan tentara Amerika Serikat di Afghanistan. Bocah laki-laki ini tak sengaja tertembak mati oleh tentara AS di negara tersebut.

Insiden ini semakin menambah ketegangan antara AS dengan Afghanistan pasca penolakan Presiden Hamid Karzai menandatangani perjanjian keamanan bilateral dengan AS. Perjanjian tersebut akan membuka jalan bagi keberadaan militer AS di Afghanistan, pasca penarikan besar-besaran tentara asing di negara tersebut akhir tahun ini.

AS menyatakan, tentaranya tidak bisa tetap tinggal di Afghanistan tanpa adanya perjanjian tersebut. Sepeninggal tentara AS, pasukan keamanan Afghanistan akan berjuang sendirian melawan Taliban yang terus melancarkan serangan terornya.

Sedangkan Presiden Karzai menginginkan agara AS mengakhiri seluruh operasi militernya di wilayah Afghanistan. Karzai menyebut operasi militer AS tersebut dilakukan secara sepihak dan hanya memicu tewasnya warga sipil.

"Yang kami serukan adalah ... mengakhiri operasi militer NATO/ISAF secara keseluruhan di rumah-rumah dan desa-desa demi menghindari pembunuhan semacam ini, ketika anak tak berdosa atau warga sipil menjadi korban," ujar juru bicara Presiden Karzai, Aimal Faizi mengomentari tewasnya bocah 4 tahun tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (10/1/2014).

ISAF atau International Security Assistance Force merupakan sebutan bagi pasukan NATO yang bertugas di Afghanistan. Pasukan ini didominasi oleh tentara AS.

Secara terpisah, juru bicara Gubernur Provinsi Helmand yang menjadi lokasi insiden itu menjelaskan lebih lanjut insiden tragis tersebut. Menurut juru bicara tersebut, Marinir AS yang bermarkas di wilayah tersebut tak sengaja menembak bocah malang itu pada Rabu (8/1) kemarin. Insiden tersebut terjadi karena jarak pandang yang buruk saat kejadian.

"Ketika cuaca cenderung berdebu, pasukan Marinir yang bermarkas di sana mengira bocah itu sebagai musuh dan melepas tembakan. Akibat dari tembakan yang keliru tersebut, bocah itu tewas," terang juru bicara bernama Omar Zwak tersebut.

Sementara itu, menanggapi insiden ini, juru bicara tentara NATO menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Menurut NATO, semua langkah pencegahan dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban dari kalangan warga sipil. (Det)