Oknum Wartawan Sumatera Mencoba Peras Sejumlah Kadis Di Abdya,


AJP. Com Blangpidie - Mengaku sebagai wartawan dari media ternama di Sumatera dan mengatasnamakan LSM Team Operasional Penyelamat Asset (Topan) AD mencoba melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala dinas (Kadis) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

AD mencoba meminta dana dengan dalih untuk membuka kantor cabang LSM Topan di wilayah Abdya dan sebagai bentuk pastisipasi dari Kadis yang menjadi target pemerasan.

Keterangan yang dihimpun AJP.Com, Sabtu (11/1/2013) sejumlah kepala dinas di Kabupaten Abdya yang nyaris menjadi korban pemerasan diantaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya, Drs.Sulaiman,MM, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora), Drs.Ahsin dan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distannak), Ir.Adusmin.

Berlagak sudah kenal dan akrab, AD menjumpai sejumlah Kadis tersebut dan memberitahu sedang mengadakan penghimpunan dana. Uang yang terkumpul rencananya akan dibantukan untuk biaya menyewa gedung yang akan dijadikan sebagai kantor sekretariat LSM Topan di wilayah itu.

Kadis Budparpora Abdya, Drs.Ahsin salah seorang Kadis yang nyaris menjadi korban pemerasan, ketika dihubungi Analisa mengakui adanya tindakan oknum wartawan luar daerah tersebut.

Disebutkan, AD sempat berulang kali menghubungi Drs.Ahsin untuk memastikan dana tersebut untuk segera dapat disalurkan. Namun, Kadis Budparpora Abdya tidak menyanggupi permintaan AD, sebab keuangan yang tidak memungkinkan.

“Saya sempat didatangi dan dihubungi beberapa kali, ia datang dengan tujuan untuk meminta bantuan dana, namun hal itu tidak mungkin dikabulkan mengingat keuangan kantor tidak menentu apalagi kantor ini masih tergolong baru di Abdya. Saya juga merasa curiga, sebab oknum tersebut tidak pernah terlihat sebelumnya di Abdya,” sebutnya.

Tidak sampai disitu, AD kembali menghubungi Kadis Budparpora dengan maksud meminta uang untuk biaya ongkos menuju Kota Banda Aceh. Namun lagi-lagi Kadis Budparpora tidak menyanggupi permintaan itu.

“Ia juga pernah meminta uang untuk biaya transport ke Banda Aceh. Ia beralasan akan menjumpai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Drs Adami Umar sekaligus akan membawa nama Kadis Budparpora Abdya dan menyampaikan hal-hal yang dianggap penting apabila uang tersebut saya berikan,” ujarnya.