Di Abdya, Puluhan Perempuan Bercelana Ketat di Tangkap


Foto : Ilustrasi (Dok Tribun)
AJP.Com - Puluhan perempuan berpakaian ketat dan pria bercelana pendek, terjaring razia busana yang dilakukan Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (9/1).

Personel Satpol PP dan WH Abdya menggencarkan razia disejumlah lokasi diantaranya di Jalan Letkol BB Djalal Pantai Perak Kecamatan Susoh dan dipersimpangan jalan menuju kompleks perkantoran kabupaten setempat.

“Razia dalam rangka menegakkan Qanun nomor 11 tahun 2002 tentang aqidah, ibadah dan syariat islam,” sebut Kasatpol PP dan WH Abdya, Muddasir,S.Pd.

Dalam razia tersebut, petugas memberhentikan perempuan mengenakan pakaian ketat dan pria bercelana pendek, yang dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam.

Mereka dibebaskan kembali setelah diminta meneken surat perjanjian tak mengulangi lagi perbuatannya dan dinasehati oleh polisi syariah.

Menurutnya, petugas hanya melakukan pembinaan di tempat karena belum ada peraturan menahan orang-orang berbusana tidak sesuai syariat.

“Jika ditemukan ada yang pernah terjaring sebelumnya, maka kami akan bawa dan diproses di kantor,” sebutnya.

Puluhan pelanggar yang terjaring razia busana itu merupakan wajah baru. Artinya, dalam kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya mereka tidak pernah terjaring razia busana yang dilakukan oleh petugas.

Namun demikian harapannya para pelanggar tetap menghormati penerapan syariat Islam di Aceh khususnya di Abdya serta tidak mengangkangi aturan yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang telah tertanam di Aceh.

“Mereka hanya diberi pembinaan untuk tidak mengulangi lagi. Sejauh ini, hanya nasehat yang mampu kita sarankan. Selebihnya tentu berpulang pada kesadaran pribadi masing-masing,” pungkasnya.

Pihaknya berharap ke depan Aceh bisa memiliki dasar hukum yang kuat agar para pelanggar dapat menerima efek jera, berupa sanksi, kurungan atau ganjaran lainnya.

“Sejauh ini, kami dari Satpol PP dan WH hanya sebatas mensosialisasikan kepada masyarakat tentang syiar Islam, dan hal ini akan terus kita lakukan,” ungkapnya. (RS)