Di Nagan Raya Elpiji 12 Kg Langka


AJP.Com Nagan Raya – Pasca kenaikan harga Elpiji mulai langka, kelangkaan gas elpiji 12 kg di kabupaten itu kemarin makin meluas. Bila sebelumnya yang mengalami kekosongan stok hanya Kecamatan Darul Makmur, kini di Kecamatan Kuala Pesisir pun elpiji 12 kg sukar didapat.

Hal ini terungkap setelah Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Nagan Raya, Drs Abdurrani Cut inspeksi ke sejumlah lokasi penjualan gas elpiji di Kecamatan Kuala dan Kuala Pesisir, Kamis kemarin.

Dalam peninjauan itu sang pejabat menemukan bahwa gas elpiji isi 12 kg memang tak dijual oleh pedagang di wilayah ini. Mereka hanya menjual isi 3 kg kepada masyarakat dengan harga jual kepada penyalur Rp 14.000/tabung.

Di Desa Simpang Peuet, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Disperindagkop menemukan elpiji isi 12 kg masih dijual dengan harga tinggi kepada konsumen, yakni 140.000/tabung. Sementara harga eceran tertinggi (HET) yang diperbolehkan PT Pertamina hanya Rp 105.000 untuk wilayah Nagan atau minimal Rp 100.500/tabung.

Kamaruddin, penyalur gas elpiji di Simpang Peuet mengatakan, tingginya harga jual elpiji isi 12 kg di wilayah itu, yakni Rp 140.000/tabung, disebabkan harga tebus di tingkat agen masih sangat tinggi, Rp 130.000/tabung. Sedangkan untuk elpiji isi 3 kg dijual seharga Rp 16.000-Rp 17.000/tabung dengan harga tebus pada agen sebesar Rp 14.000/tabungnya.

“Kami hanya menyesuaikan harga tebus barang, tidak mungkin kami jual dengan harga tinggi kalau modal yang kami keluarkan tidak besar,” kata pedagang ini kepada Plh Kadisperindagkop Nagan Raya, Abdurrani Cut. (Ser)