Hati-hati Ada Penipuan CPNS K-2 Di Abdya

AJP.Com, Blangpidie - Mencari kesempatan dalam kesempitan itulah kata yang tepat untuk oknum ini, dimana sejumlah pegawai Honorer K-2 jajaran Setdakab Abdya yang saat ini memang sedang dilanda dag-dig-dug menunggu hasil seleksi CPNS 2013 dari formasi honorer K2. Namun ada saja aksi oknum yang mencari kesempatan dengan modus mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Aceh Barat Daya.

Sang Pelaku ini dengan sengaja menghubungi sejumlah pegawai Honorer Kategori-2 (K-2) setempat melalui Handphone (HP), kemudian meminta sejumlah uang untuk segera ditranfer ke rekening tertentu untuk biaya pengurusan kelulusan CPNS yang hasilnya segera diumumkan.

Aksi penipuan ini menerpa sejumlah pegawai Honorer K-2 jajaran Setdakab Abdya yang saat ini memang sedang dilanda dag-dig-dug menunggu hasil seleksi CPNS 2013 dari formasi honorer K2. Beberapa diantara mereka, dilaporkan kasak-kusuk untuk mencari tahu kepada pihak lain.

Kepala BKPP Abdya, Drs Yafrizal, Rabu (22/1/2014) mengaku bahwa, namanya sudah dicatut pihak tertentu untuk melakukan penipuan. Dan laporan yang diterima pihaknya bahwa, ada pihak tertentu yang mengaku kepala BKPP Abdya, kemudian menelpon sejumlah pegawai honorer K-2, mengabarkan bahwa yang bersangkutan sudah lulus seleksi CPNS 2013, tapi terkendala dalam penetapan NIP (nomor induk pegawai).

Kendala dimaksud, menurut  pihak penelpon itu bisa atasi asalkan menyediakan sejumlah uang, dan uang yang diminta agar segera ditranfer ke rekening bank tertentu. “Aksi tersebut jelas  penipuan. Saya minta untuk tidak diladeni. Bila sempat ditanggapi pasti akan mengalami rugi besar,” ungkap Yafrizal.

Sehubungan mulai merebak aksi penipuan, Kepala BKPP Abdya mengimbau kepada semua pihak, terutama para pagwai honorer K-2 agar tidak sekali-kali percaya kepada pihak tertentu yang meminta uang sebagai biaya kelulusan menjadi CPNS. “Saya tegaskan bahwa, uang tidak bisa membantu seseorang honorer K-2 menjadi CPNS. Yang bisa membantu adalah kemampuan kita sendiri yang telah diuji melelui tes, bukan orang lain,” tegas Yafrizal. (put)