Ini Konsep Fopkra Membangun Aceh Kedepan

AJP.Com, Banda Aceh - Keadilan seyogianya harus menyentuh semua lapisan masyarakat. Ekonomi juga harus dibangun dengan melibatkan generasi muda. Dan syariat Islam adalah pondasi untuk membangun Aceh ke arah yang lebih bermartabat.

Hal  itu diutarakan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Perjuangan dan keadilan Rakyat Aceh (Fopkra), Fazlun Hasan, Senin (27/1/2014).

“Fokus Fopkra soal keadilan. Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan Lembaga Badan Hukum untuk rakyat miskin. Kecuali narkoba dan pemerkosa itu tidak kami advokasi,” kata pria kelahiran Langsa, 4 April 1964 ini sambil berkelakar.

Kemudian pihaknya juga ingin membudayakan dan membangun jiwa entrepreneurship pada generasi muda Aceh.

“Mendorong anak-anak muda Aceh agar pola pikirnya tak lagi terpaku untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil, tapi harus jadi enterpreuner yang handal. Karena di Aceh dihuni oleh begitu banyak saudagar-saudagar yang termasyur di dunia. Maka kita harus membangun itu,” ujarnya.

Selain itu, kata Fazlun, Fopkra juga sangat konsen pada syariat Islam. “Jangan dilaksanakan syariat Islam secara imparsial di tiap daerah, tapi harus ada alat ukur di tingkat provinsi agar daerah tidak melakukan sendiri-sendiri,” katanya.

Dikatakannya lagi, keamaan dan kenyamanan di Aceh harus selalu terjaga agar investor-investor asing bisa menanamkan modal. Untuk itu, kata dia, seluruh masyarakat Aceh harus cerdas dalam memberikan kritik dan solusi bagi pemerintah Aceh.

“Kalau menghujat semua orang bisa. UU PA itu bukan hanya milik GAM, tapi milik seluruh masyarakat Aceh,” tegasnya. (Tgj)