Isu Pembangunan Rumah Sakit Regional di Kabupaten Aceh Selatan, Jufri Hasanuddin : Jangan Bodohi Masyarakat

AJP.Com, Blangpidie - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Ir.Jufri Hasanuddin,MM meminta masyarakat agar tidak termakan isu pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional yang berpindah tempat ke Kabupaten Aceh Selatan.

Isu yang beredar akhir-akhir ini tentang Rumah Sakit Regional bantuan Pemerintah Jerman, menurut Jufri tidaklah benar, karena RS Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan itu hanya di relokasi karena lokasi saat ini tidak bisa dilakukan revitalisasi.

“Dulu dalam rapat bersama, rumah sakit regional bantuan dari Jerman untuk Pemerintah Aceh 5 unit, termasuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya),” kata Jufri, Sabtu, (25/1/2014) kemarin.

Ia juga pernah mengusulkan kepada Gubernur Aceh agar bantuan tersebut dibagi rata sehingga terbagi hingga 17 Kabupaten di Aceh yang artinya tidak ada lagi regional.

Dijelaskannya, dana bantuan tersebut dibagi rata untuk 17 kabupaten di Aceh dengan dua jenis program yaitu revitalisasi dan relokasi. Maka untuk Aceh Selatan mendapat relokasi, hal itu juga karena di Aceh Selatan lokasi yang ada sekarang tidak bisa dimanfaatkan untuk revitalisasi.

“Kalau kita mendapat revitalisasi. Coba bayangkan betapa beruntungnya Abdya, dengan dana yang diterima sama,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunannya hanyalah perimbangan dan kebutuhan yang diperlukan, sedangkan seperti Meulaboh dan Tapak Tuan kata Jufri terpaksa membangun baru kembali dikarenakan lokasi yang tidak memungkinkan.

Soal sebutan RS Regional, dia juga mengusulkan pada Gubernur Aceh Zaini Abdullah agar nama regional ditentukan sendiri oleh rumah sakit yang bersangkutan.

Misalkan kata dia mencontohkan Rumah Sakit Teuku Peukan(RSUTP) Abdya yang berhasil melayani pasien secara menyeluruh secara tidak langsung RSUTP Abdya sudah menjadi rumah sakit regional.

“Jika rumah sakit tersebut berhasil melayani pasien dengan baik, dengan sendirinya rumah sakit itu akan muncul sebagai rumah sakit regional dan berkembang secara kawasan,” jelas Jufri lagi.

Jadi bukanlah pemerintah yang memberikan nama regional sebagaimana disampaikan Jufri. RSUTP Abdya sendiri juga menerima pasien yang datang dari Aceh Selatan hingga Aceh Singkil, karena hal itu nama regional sudah dapat disandingkan. Soal sebutan regional, Jufri menyampaikan banyak kepala daerah kabupaten yang salah memahami. “Yang benar adalah keputusan Gubernur Aceh dua hal, yaitu revitalisasi dan relokasi,” sebut dia.

Ditambahkannya rumah sakit yang bisa dikembangkan dan mempunyai lahan luas seperti RSUTP Abdya masuk untuk ke dalam revitalisasi. Sedangkan untuk relokasi seperti Rumah Sakit Meulaboh dan Rumah Sakit Tapak Tuan.  “Mereka harus membangun yang baru, karena tempat sekarang sudah tidak memungkinkan lagi,” pungkasnya.

Usulan Jufri dalam membagi rata bantuan dari Pemerintah Jerman tidak lain untuk menjaga kestabilan Pemerintah Aceh dalam konteks jangan hanya karena nikmat tersebut akan terjadi gejolak lain di bumi Aceh.

“Kendatipun bantuan tersebut dibagi rata, namun Kabupaten Abdya yang beruntung, karena RSUTP Abdya mendapat revitalisasi,” ungkapnya.

Dengan bantuan dana yang sama RSUTP hanya melakukan penambahan pembangunan, sedangkan di Meulaboh dan Tapak Tuan harus direlokasi ketempat yang lain, secara otomatis memakan waktu yang sangat lama.“Nah dari segi ini saja Abdya sudah sangat beruntung,” cetusnya. (Putra)