Juragan : Ujian TKB Di Nagan Raya Ada Permainan

AJP.Com, Suka Makmue - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya Samsuardi alias Juragan, Jumat (17/1) pagi sekitar pukul 09.15 WIB menghentikan ujian praktik Tes Kompetensi Bidang (TKB) di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Ia datang ke lokasi ujian beserta dua anggota DPRK Nagan Raya lainnya, yakni Ketua Komisi D Adifal Susanto dan Ruslim SH, Wakil Sekretaris Komisi A.

Saat berada di lokasi ujian, Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi langsung mempertanyakan tes tersebut kepada Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP), Drs Bustamam Jakfar yang juga pelaksana ujian bagi 103 peserta tes yang dinyatakan lulus tes kompetensi dasar (TKD) beberapa bulan lalu.

Bahkan Juragan marah karena ia menilai pelaksanaan ujian tersebut terkesan ada permainan dan unsur kepentingan tertentu. Menurutnya, di kabupaten/kota lainnya di Aceh yang melaksanakan ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak melaksanakan kegiatan serupa.

Ia meminta tes yang sedang berlangsung tersebut supaya dibatalkan karena dinilai sarat penyimpangan dan tak sesuai aturan. Apalagi tes tersebut terdapat protes dari sejumlah peserta karena dinilai semua peserta yang dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan justru tak bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Tes ujian kompetensi bidang ini harus dihentikan, karena ada kepentingan dan tak sesuai aturan yang ada,” tegas Samsuardi.

Bahkan dalam dialog yang berlangsung di ruang Kepala SKB Nagan Raya yang dihadiri Wakil Bupati HM Jamin Idham, Sekda Drs HT Zamzami TS MM dan Kepala BKPP Nagan Raya Drs Butamam Jakfar, serta Ketua DPRK Samsuardi dan anggota dewan masing-masing Ruslim SH dan Adifal Susanto, pimpinan legislatif ini meminta supaya tes tersebut dibatalkan.

Bahkan hasil ujian tersebut juga dilarang untuk dikirimkan ke Jakarta karena nantinya dinilai akan menimbulkan berbagai persoalan baru. Sempat terjadi ketegangan dan pembahasan panjang antara kalangan legislatif dan eksekutif dalam pertemuan ini, bahkan sejumlah peserta yang sedang mengikuti tes ujian praktik terpaksa keluar karena kegiatan tersebut sudah dihentikan. Tak lama usai meminta kegiatan ujian itu dihentikan, Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi bersama rombongannya meninggalkan lokasi Gedung SKB seraya meminta tes tersebut tetap tidak dilanjutkan.

Sementara itu sejumlah peserta tes yang berada di lokasi ujian langsung mendatangi Kepala BKPP Nagan Raya Bustamam Jakfar guna meminta penjelasan pejabat pemerintah setempat terkait persoalan ini. Masalahnya, peserta khawatir dampak yang disebabkan dari masalah ini akan merugikan mereka yang sudah mengikuti tes sejak Kamis (16/1/2014) lalu.

Dalam penjelasannya, Bustamam mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait permintaan DPRK Nagan Raya yang meminta pelaksanaan tes tersebut tak dilaksanakan. Ia berjanji akan memberikan jawaban setelah pelaksanaan ibadah shalat Jumat usai.

Peserta yang mendengar keterangan itu akhirnya membubarkan diri dan memilih bertahan di lokasi ujian guna mendapatkan kepastian dari BKPP Nagan Raya. Apalagi mereka datang dari luar kabupaten guna mengikuti tes dimaksud untuk bisa menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). (serambi)