KPK Periksa Mantan Dirut Bank Century


AJP.Com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim.

KPK ingin mendalami dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"KPK memanggil mantan Direktur Utama Bank Century, Hermanus Hasan Muslim," kata Kepala Bagian Informasi dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (28/1/2014).

Selain itu, pensiunan pegawai Bank Mutiara (nama baru Bank Century) Djoko Hertanto Indra juga diagendakan diminta keterangannya.

Baik Hermanus maupun Djoko akan menjadi saksi untuk tersangka Budi Mulya.

"Yang bersangkutan sebagai saksi untuk BM," kata Priharsa.

Dari hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus FPJP dan Bank Century ini telah merugikan negara sebanyak Rp 7,4 triliun. Bukan Rp 6,7 triliun sebagaimana diketahui publik selama ini.

Rinciannya, Rp689,39 miliar untuk pemberian FPJP dari BI kepada Bank Century pada tanggal 14, 17, dan 18 November 2008.

Kemudian, sebanyak Rp6,76 triliun dalam proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Nilai Rp 6,76 triliun itu merupakan keseluruhan penyaluran Penyertaan Modal Sementara (PMS) oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada Bank Century selama periode 24 November 2008 sampai dengan 24 juli 2009.