KPK Resmi Tetapkan Sekjen Kementerian ESDM Jadi Tersangka

AJP.Com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Waryono Karno, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kegiatan hulu minyak dan gas bumi (SKK Migas).

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah melakukan proses penyelidikan terkait pengembangan perkara dugaan tidak pidana korupsi pengelolaan SKK Migas. Selain itu, dalam gelar perkara, KPK menemukan dua alat bukti yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Penyidik telah menetapkan tersangka WK selaku sekjen di Kementerian ESDM. Kepada yang bersangkutan, diduga melanggar Pasal 12 B dan atau Pasal 11 UU 31 tahun 1999, sebagimana diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001," katanya, Kamis, (16/1/2014).

Sebelumnya, Waryono telah diperiksa sebanyak dua kali sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas tersangka Rudi Rubiandini.

Waryono terseret kasus ini setelah penyidik menemukan uang US$200 ribu saat menggeledah ruang kerjanya di kantor Kementerian ESDM, beberapa waktu lalu. Tapi, anak buah Menteri Jero Wacik itu belum mau buka suara.

Penggeledahan itu merupakan rangkaian penyidikan yang dilakukan KPK untuk tersangka Rudi Rubiandini. Sebelumnya di rumah Rudi, KPK menemukan uang US$ 400 ribu dan motor gede merek BMW. Uang tersebut diduga suap dari PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia.

Sementara untuk melengkapi proses penyidikan, KPK juga melakukan agenda penggeledahan di sejumlah ruang kerja anggota DPR. Salah satunya di ruangan kerja Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana.

"Upaya lain penggeledahan di rumah Sutan Bhatoegana dan dan di rumah Zainudin Amali, di Jalan Wirabumi Satu, Blok 1, Cipinang Melayu," katanya. (adi)