LBH Banda Aceh : Kasus Meninggalnya Napi di Meulaboh Harus Diusut Tuntas

AJP.Com, Banda Aceh - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mengecam keras terjadinya kasus meninggalnya Ade Siswanto warga gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat yang merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh. Kasus tersebut diduga kuat terjadi karena adanya tindakan kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan oleh petugas LP setempat.

Kepala Operasional LBH Banda Aceh Husniati SH mengatakan, kasus tindakan kekerasan dan penganiayaan yang terjadi di dalam LP Meulaboh bukan kasus yang pertama pada bulan Januari 2014.

Akan tetapi juga kasus kedua karena sebelumnya kasus penganiyaan juga terjadi LP Lhoknga. Oleh karena itu, LBH Banda Aceh mendesak kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya Ade tersebut.

“Ade Siswanto sebelum meninggal memang ditempatkan di ruangan (sel) dingin. Saat meninggal kondisi badan korban membengkak, “ ujarnya melalui siaran pers, Senin (20/1/2014). 

Tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh petugas LP tersebut sangat bertentangan dengan  Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Permasyarakatan. Harusnya, LP bertanggung jawab penuh dengan kondisi Napi sehingga bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat.

“Tindakan tersebut juga bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1998 tentang Anti Penyiksaan dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” jelasnya.

Selain itu juga Husniati menambahkan, LBH Banda Aceh meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelaku yang melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan. Apabila kasus kekerasan di dalam LP tidak diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, besar kemungkinan hal serupa akan kembali terulang dimasa mendatang. (ril)