Majelis Hakim Ringankan Hukuman Darni Daud


Banda Aceh - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Banda Aceh, meringankan kurungan penjara kepada terdakwa kasus beasiswa Unsyiah 2009-2010, Prof Darni M Daud MM yaitu selama dua tahun dari tuntutan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya.

Untuk kasus ini, terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,6 Miliar.

Vonis terhadap mantan Rektor Unsyiah ini dibacakan oleh hakim ketua Syamsul Qamar SH, di ruang sidang Tipikor Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Dalam putusannya, Hakim Ketua mengatakan, terdakwa Prof Darni M Daud terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut.

Selain dipenjara selama dua tahun, Darni M Daud, juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta, dengan subsider kurungan selama dua bulan penjara. Darni juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 927 juta.

“Apabila tidak dibayar salam jangka waktu satu bulan setelah putusan pengadilan, seluruh aset akan disita oleh Kejaksaan untuk menutupi uang pengganti tersebut,” tegas Hakim.

Darni M Daud dan kuasa hukumnya belum mengambil sikap atas putusan hakim. Hal yang sama juga dinyatakan oleh jaksa penutut umum (JPU).Darni M Daud langsung dibawa ke Rutan Kajhu, Aceh Besar, untuk menjalani hukuman kurungan penjara. Dia dibawa ke Rutan Kajhu dengan menggunakan mobil tahanan Kejaksaan.

Sementara itu, dua terdakwa lainnya yakni Yusus Aziz dan Mukhlis, masing -masing divonis satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 2 bulan penjara. (Bhi)