Masyarakat Malaysia Anggap Pemerintah Tidak Peka Kesulitan Rakyat

AJP.Com, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Nadjib Tun Razak, kini tengah hangat menjadi sorotan media sosial lantaran pernyataannya mengenai penurunan harga kangkung.

Kesal karena selalu disorot soal kenaikkan harga, ketika berpidato di daerah Kemaman, Terengganu, Nadjib langsung mengungkit kebijakannya yang baru-baru ini telah menurunkan harga kangkung.

Laman Malaysia Online, Kamis, 16 Januari 2014 melansir, dalam pidatonya Nadjib mengatakan tidak semua harga barang di Malaysia naik. Buktinya, ujar Nadjib dalam pidato tersebut, harga komoditas kangkung di Negeri Jiran diturunkan.

"Hari ini saya membaca di koran bahwa harga beberapa produk telah turun. Harga kangkung yang sebelumnya naik, sekarang sudah turun. Tetapi ketika hal ini terjadi, mereka (publik) tidak memuji Pemerintah. Namun, kalau harga-harga naik, mereka menyalahkan Pemerintah," ujar Nadjib.

Hal itu, imbuh Nadjib, jelas sesuatu yang tidak adil. Karena, naik-turunnya harga, katanya, dipengaruhi faktor cuaca.

Mendengar kalimat dari orang nomor satu di Putra Jaya itu, sontak langsung memicu kekisruhan publik. Masyarakat menganggap pemerintah tidak peka terhadap kesulitan yang dialami rakyat ketika harga barang naik.

Bahkan, banyak di antara mereka yang melemparkan keluh kesahnya ke dunia maya. Pernyataan Nadjib saat berpidato pun, lantas diabadikan di situs Youtube.

Saking populernya pernyataan Nadjib itu, kemudian muncul celetukan nyeleneh yang diwujudkan rakyat Malaysia dalam berbagai kreasi. Ada yang membuat lagu tradisional dan dipadukan dengan pernyataan Nadjib. Bahkan ada yang membuat kaos dengan tulisan di bagian depan "Tetap Tenang dan Makanlah Kangkung".

Pernyataan Nadjib ini lantas turut diulas dalam blog milik kantor berita Inggris, BBC. Dalam blog berjudul "Hati-Hati dengan Apa yang Anda Katakan tentang Kangkung", BBC mencatat respon masyarakat Malaysia yang menganggap kebijakan Nadjib menurunkan harga kangkung sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Pasalnya, kangkung bukanlah kebutuhan pokok.

"Selain itu kangkung harganya murah dan dapat tumbuh di mana saja secara liar," tulis blog itu.

Karena banyak dibaca orang, blog tersebut diklaim BBC sempat diblokir oleh Pemerintah Malaysia selama beberapa jam pada hari Rabu dan Kamis. Namun hal itu dibantah oleh Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia (MCMC) yang menjadi regulator soal akses internet di sana.

Perusahaan penyedia jasa internet Telekom Malaysia pada hari ini turut mengeluarkan pernyataan senada. Mereka membantah telah membenarkan pemblokiran akses ke blog BBC itu.

"Dengan rasa hormat terhadap tuduhan tidak bisanya akses terhadap artikel tertentu di situs BBC, TM menegaskan kembali bahwa permasalahan pemblokiran isi artikel nasional lebih sesuai ditanyakan kepada MCMC," ungkap perwakilan TM.