Muhammad SAW adalah Sosok yang Sederhana


AJP.Com Blangpidie - Peringatan Maulud Nabi yang biasanya diselenggarakan secara meluas hendaknya tidak sekedar merupakan kegiatan upacara yang bersifat lahiriah saja. 

“Namun, hendaknya agar benar-benar merupakan kesempatan yang baik untuk merenungkan kembali dan meresapi secara mendalam arti dan makna dari lahirnya seorang Nabi dan Rasul terakhir yang membawa petunjuk dari Allah Yang Maha Agung yang memberikan suri Tauladan bagi seluruh umat manusia,” Ujar seorang ustad saat memberikan ceramah maulid di salah satu Masjid di Kecamatan susoh, Senin malam (13/1/2014).

 Ia melanjutkan, Pada hakikatnya, mempercayai kebenaran wahyu yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan mengikuti suri tauladan yang telah diberikan olehnya adalah merupakan inti daripada Peringatan Maulud Nabi. 

 Dalam hal ini Allah telah berfirman  dalam Surat Al-Ahzab : 21 yang artinya. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah,” ujarnya.

Disamping itu Allah menegaskan lagi dengan  firmannya Surat Ali Imran ayat 31 yang artinya. “Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” tambahnya lagi.

 Dengan memperhatikan arti dan makna ayat-ayat tersebut diatas maka jelaslah bahwa Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW ini, juga merupakan kesempatan untuk mengevaluasi diri sampai dimana kesanggupan kita dalam mengikuti bimbingan dan suri tauladan yang telah diberikan oleh Nabi kita Muhammad SAW.

“Dengan memperhatikan berbagai riwayat kehidupan Nabi yang menggambarkan bagaimana gaya hidup dan pergaulan beliau dengan orang-orang disekitarnya, maka kesemuanya mencerminkan tingkah laku kesopanan dan kesederhanaan hidup,” tutupnya.