Musim Dingin Super Dahsyat Serang AS



Dalam beberapa hari terakhir penduduk di benua Amerika bagian utara - terutama di Amerika Serikat kawasan utara dan barat-tengah serta Kanada - lebih banyak meringkuk di dalam rumah masing-masing. Mereka tengah menghadapi musim dingin yang dahsyat.

Musim dingin awal 2014 sudah tergolong membahayakan jiwa. Bahkan kalangan pengamat cuaca memperkirakan dua pertiga wilayah Amerika Serikat dilanda suhu terdingin dalam beberapa dekade terakhir. Kota-kota di kawasan itu dilanda badai salju yang menimbulkan tumpukan tebal di banyak tempat sehingga mengambat rutinitas dan lalu-lintas.

Sebanyak 140 juta warga di AS terkena dampak. Dalam beberapa hari terakhir sedikitnya sudah 13 orang meninggal terkait bencana cuaca ini, ungkap stasiun berita CNN.

Sebelas orang meregang nyawa dalam kecelakaan lalu lintas karena banyak jalan jadi licin setelah berlapis salju dan es. Seorang lain di Wisconsin meninggal setelah menderita hypothermia. Selain itu seorang perempuan tua di negara bagian New York ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah tumpukan salju, tidak jauh dari rumahnya.

"Suhu paling dingin dalam hampir dua dekade akan menyebar di kawasan utara dan tengah AS awal pekan ini, melebihi dinginnya kutub utara," demikian Badan Cuaca Nasional AS (NWS) pada Minggu waktu setempat, seperti dikutip stasiun berita CNN. "Ditambah dengan angin kencang, suhu dingin bisa mencapai minus 60 derajat Fahrenheit atau minus 51 derajat Celcius dan ini bisa mengancam jiwa," demikian peringatan dari NWS.

Lembaga ini menyatakan, penyebaran suhu ekstrem dingin ini akibat kondisi cuaca yang tidak biasa, sehingga menyebabkan arus sangat dingin yang bertiup dari Kutub Utara bergerak tidak semestinya hingga ke arah selatan. Arus ekstrem dingin dari Kutub Utara ini yang disebut sebagai "polar vortex."

"Pola cuaca di penjuru Amerika Utara ini mendukung pergerakan arus dingin dari Kutub Utara ke selatan," kata Bob Oravec, pengamat cuaca dari NWS. Dia optimistis gejala ini tidak akan berlangsung lama. "Hingga akhir pekan mendatang suhunya mulai naik lagi di penjuru kawasan," kata Oravec.

Radang Dingin

Para pakar kesehatan pun mewanti-wanti warga akan bahaya radang dingin (forstbite) bila terlalu lama berada pada suhu tubuh yang begitu ekstrem. Pada suhu -15 sampai -30 derajat Celcius, sel-sel tubuh akan mati dan ini bisa menyebabkan organ-organ tubuh tidak bisa lagi digunakan hanya dalam hitungan menit. Inilah yang disebut kondisi radang dingin. Dalam kondisi ini kulit cepat menghitam, mengelupas bahkan kemudian membusuk akibat peredaran darah membeku.

Bukan itu saja, manusia juga dapat menderita hipotermia dengan cepat. "Orang butuh perlindungan melawan kondisi dingin ini. Mereka harus memakai pakaian dan dapat melindungi wajah mereka," jelas Dr Brian Mahoney, direktur medis layanan darurat pada Hennepin County Medical Center, Minneapolis, AS, seperti dikutip Epoch Times.

Sedangkan hipotermia terjadi akibat suhu tubuh seseorang sangat rendah yang pada gilirannya bisa mengakibatkan ketidaksadaran atau serangan jantung. Bahkan dalam kondisi terburuk bisa berdampak pada amputasi tubuh.

Itulah sebabnya para pejabat setempat di beberapa negara bagian dan kota sudah meminta masyarakat untuk tidak ke luar rumah sejak akhir pekan lalu. Sekolah-sekolah di beberapa wilayah, seperti di negara bagian Minnesota dan Kota Chicago tutup agar para murid tidak berisiko terpapar radang dingin.

Gubernur Minnesota, Mark Dayton, memerintahkan seluruh sekolah negeri di negara bagian tersebut ditutup pada Senin ini, untuk mencegah anak-anak dari suhu yang membahayakan. Kota Chicago juga melakukan hal yang sama. Pemerintah kota seperti dikutip Reuters mengatakan, sangat berbahaya bagi anak-anak berada di udara terbuka yang mencapai suhu di bawah nol.

Satu sekolah di St Louis County, misalnya, langsung diliburkan menyusul 20 bus sekolah tak dapat digunakan, dan rem udara 85 bus lainnya tak berfungsi secara maksimal akibat suhu yang menyelimuti di bawah 0 derajat Celcius pada pagi hari. Sebenarnya pihak pengelola bus sudah mengantisipasi datangnya suhu ekstrem itu, tapi tak ada jaminan bus dapat berjalan saat cuaca di bawah nol derajat.

Prakiraan cuaca memperingatkan suhu pada malam hari di Chicago dan Indianapolis bisa mencapai -24 C, Minneapolis -34 C dan Fargo, Dakota Utara, -31 C. Suhu terdingin yang dilaporkan di 48 negara AS pada Minggu adalah -40 C di kota Babbitt dan Embarrass, Minnesota, berdasarkan data NWS.

Di Minnesotta, ratusan warga dievakuasi dari sebuah gedung apartemen di Rogers pada Minggu pagi saat sistem pemanas propane meledak di tengah cuaca dingin yang ekstrem. Ledakan membuat kaget penghuni namun tidak ada korban luka, seperti dilaporkan Kepala Polisi Rogers Jeff Beahen.

Saat insiden itu terjadi, suhu mencapai -23 C. Ledakan terjadi beberapa kali sampai setengah jam, baru berhenti setelah katup bahan bakar dimatikan. Penyebab ledakan masih terus diselidiki.

Salju setebal 15-30 cm diprediksi akan menyelimuti Chicago hingga Detroit, sementara di Timur Laut akan terjadi hujan es, seperti diramalkan Accuweather.

Akibat cuaca dingin, menurut data Flightaware.com, lebih dari 7.300 penerbangan tertunda dan 3.514 lainnya dibatalkan di seluruh AS pada Minggu. Setengah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Chicago O'Hare, tertunda kemarin, akibat badai yang menciptakan tumpukan salju tebal.

Di Kota New York, Bandara Internasional John F Kennedy ditutup selama beberapa jam hari Minggu pagi setelah sebuah pesawat jet Bombardier tergelincir sesaat setelah mendarat.

Cuaca ekstrim ini juga berdampak pada lumpuhnya baterai kendaraan. Jason Jones, yang bekerja di Best Batteries, North Kansas City mengatakan baterai kendaraan yang kurang dari tiga tahun masih mampu menahan dingin.

Sementara baterai yang umurnya lebih tua dipastikan tak akan mampu menahan dingin. Untuk diketahui, suhu kawasan North Kansas City pada Senin dini hari waktu setempat mencapai -10 derajat celcius. "Beberapa baterai Anda tak bisa kembali hidup. Setelah sampai pada titik tertentu, baterai akan mati," kata Jones.

Petani Rugi

Suhu ekstrim ini juga mengharuskan peternak setempat mempersiapkan makanan bagi piaraannya. Misalnya yang terjadi di South Dakota, AS. Seperti yang dilakukan Bob Fortune, warga Belvidere kota South Dakota. Ia mengaku mempersiapkan pakan selama akhir pekan lalu. Fortune telah siaga dengan datangnya angin ektrem yang mencapai suhu -50 atau -60 derajat celcius.

Petani jeruk di wilayah New Orleans bagian selatan juga tak kalah siaga dengan datangnya cuaca ekstrem itu. Ben Becnel Jr yang perusahaannya memiliki 5.000 keranjang buah, segera melakukan antisipasi sejak dua hari lalu. Sebab jika suhu sudah mencapai -25 derajat celcius, buah sudah tak bisa diselamatkan karena membeku dengan cepat.

Kendati menyusahkan, namun cuaca dingin jadi berkah tersendiri bagi pedagang. Padahal, toko-toko pakaian baru saja akan mengganti koleksi musim dingin mereka menjadi musim semi dalam beberapa pekan ke depan.

"Biasanya suhu akan sangat kering dan dingin, jadi pedagang yang masih punya sisa barang dari musim liburan kemarin, seperti jaket, syal, topi dan sarung tangan, bisa menjualnya sampai habis," kata Evan Gold, wakil presiden perusahaan konsultasi cuaca Planalytics di Berwyn, Pennsylvania.

Sementara itu di Nashville, Tennessee, saat suhu turun hingga 13 C pada sore hari dan -13 C pada malamnya, perusahaan kayu bakar FirewoodNashville.com milik Bradley Hite kewalahan memenuhi permintaan pelanggan. "Bisnis sangat ramai dalam beberapa hari terakhir. Banyak orang datang dan membeli. Ini tidak normal," kata Hite.

Di Clintonville, Ohio, toko kelontong milik Janine Dunmyre juga laris manis. Dia kehabisan susu, telur dan jus, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. "Lorong keripik mulai kosong. Sepertinya banyak yang ingin duduk saja selama dua hari dengan makanan ringan," kata dia.