NasDem, Gerindra, dan Hanura Dilaporkan ke Bawaslu

AJP.Com Jakarta - Jaringan Paralegal Penegakan Hukum Pemilu Perludem-LBH Jakarta mendatangi kembali Kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Rabu (15/1/2014). Mereka melaporkan kembali sejumlah partai diduga kuat melanggar aturan kampanye.

Deputi Direktur Perludem, Veri Junaidi, kepada wartawan menjelaskan pelaporan kali ini ke Bawaslu terkait tiga partai politik yang diduga melakukan pelanggaran kampanye melalui media elektronik.

"Mereka adalah Partai NasDem, Partai Gerindra, dan Partai Hanura. Kemudian jaringan Paralegal Pemilu yang ada di daerah seperti Aceh, Surabaya dan Makassar juga melaporkan dugaan pelanggaran ke Pengawas Pemilu setempat," ujar Veri.

Menurut Veri, Paralegal Pemilu di daerah seperti di Makassar, misalnya, melaporkan Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai NasDem. Sementara untuk Surabaya, mereka akan melaporkan Partai Hanura, Partai Gerindra dan Partai Golkar.
 
"Karena ruang untuk berkampanye melalui media elektronik itu baru diperbolehkan pada 21 hari sebelum masa tenang pemungutan suara yang jatuh pada 9 April 2014," sambung Veri.


Perludem sudah pernah melaporkan parpol yang diduga melanggar kampanye di media elektronik, seperti Golkar. Namun pihak kepolisian menghentikan kasus ini dengan alasan tidak memenuhi unsur kampanye dan pidana.

Pada Jumat (3/1/2014), Jaringan Paralegal Pemilu kembali melaporkan Partai Golkar atas dugaan pelanggaran yang sama. "Kesimpulan Bawaslu cukup positif dengan menyatakan iklan mereka disimpulkan suatu kampanye politik dan laporan ini sudah diteruskan ke polisi," katanya.(Tri)