PAN Merapat ke Gerindra

AJP.Com, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menyatakan partainya tidak khawatir dibayangi isu pelanggaran hak asasi manusia bila mengusung paket Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Ia yakin isu tersebut tidak akan mampu menumbangkan kepercayaan publik pada kedua tokoh tersebut.

"Kami melihat isu itu selalu dibangun setiap Pak Prabowo akan mencalonkan diri, tapi kami serahkan ke penegakan hukum. Toh, Pak Prabowo tidak bermasalah," ujar Viva melalui telepon selulernya, Jumat, 31 Januari 2014.

Viva mengatakan, isu itu pun tidak mengganggu komunikasi politik antara ketua partainya itu dengan Prabowo. Mereka kerap melakukan pertemuan, baik secara tertutup maupun terbuka untuk publik. 

"Chemistry antara Pak Prabowo dan Pak Hatta itu cukup kuat. Apalagi visi mereka membangun bangsa dan negara itu sama," kata dia. "Yang pasti, mereka sering bertemu," ia menambahkan sembari menolak menceritakan pertemuan-pertemuan kedua tokoh itu.

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional menyampaikan kesepakatannya bila Prabowo bersanding dengan Hatta. Herman Kadir, Wakil Sekretaris Jenderal PAN menyatakan, partainya sepakat karena kedua tokoh ini memiliki latar belakang yang saling mendukung. 

Hal senada diungkapkan anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Martin Hutabarat. Menurut dia, kemungkinan mereka bakal bergandengan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden akan ditentukan setelah pemilu legisatif yang digelar 9 April 2014.

Menurutt Viva, partainya dengan Gerindra kini dalam proses menyatukan persepsi politik masing-masing. Sehingga belum ada keputusan resmi untuk mengubah hasil rapat kerja nasional PAN yang sebelumnya memastikan Hatta sebagai calon presiden. "Keputusan finalnya akan ditentukan setelah pemilu legislatif," katanya.

Oleh karena itu, hasil survei internal partainya yang menyebutkan paket Prabowo-Hatta bakal menjadi pasangan yang kuat belum menjadi patokan utama untuk membulatkan tekad menyatukan kedua tokoh tersebut. Ia pun menolak membeberkan metode survei itu. 

"Survei itu dinamis, tergantung pada persepsi masyarakat nantinya," ujar dia.

Sebelumnya PAN membeberkan hasil survei tersebut menyebutkan bahwa partai berlambang matahari itu peluang besar memenangkan Pemilu Presiden apabila Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.