Rudi Rubiandini : Sutan Bhatoegana Pernah Terima Uang Sebesar US$ 300 ribu


AJP.Com, Jakarta - Mantan Ketua Satuan Kerja Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini mengungkap adanya pemberian uang kepada Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Rudi Rubiandini yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa 7 Januari 2014.

Surat dakwaan Jaksa KPK itu membeberkan awal mula pemberian uang kepada Sutan Bhatoegana. Terdakwa Rudi Rubiandini pada tanggal 25 Juli 2013 menghubungi Deviardi dan meminta agar Deviardi merealisasikan pembicaraan dengan Bos Kernel Oil Singapura Widodo Rathanachaitong sebelumnya di Singapura. Deviardi pun menyampaikan permintaan Rudi kepada Widodo.

Kemudian Deviardi menghubungi Widodo melalui Blackberry Messenger (BBM) dengan mengatakan: 'Yang US$ 300 ribu, bisa diambil nggak mas? Bisa diambil kapan? Lalu Deviardi menghubungi Simon melalui BBM, 'Apakah uang bisa saya ambil?

Dijawab Simon: 'Bisa'.

Setelah uang tersebut diambil dari Simon G Tanjaya, Deviardi melaporkan penerimaan uang itu kepada Rudi. Besok harinya, pada tanggal 26 Juli 2013, Deviardi langsung menyerahkan uang US$300 ribu kepada terdakwa Rudi Rubiandini di Gedung Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

"Selanjutnya dari uang yang diterima US$300 ribu menurut terdakwa diberikan kepada Sutan Bhatoegana, melalui Tri Yulianto, sebesar US$ 200 ribu di Jalan MT Haryono Jakarta Selatan. Sisanya disimpan di safe deposit box Bank Mandiri Gatot Subroto," papar Jaksa Riyono.

Bantah terima THR

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana membantah pernah meminta tunjangan hari raya (THR) kepada Rudi Rubiandini. Komisi VII merupakan mitra kerja SKK Migas di DPR yang membidangi energi dan sumber daya mineral.

“Tentang saya disebut meminta THR, itu tidak benar,” ujar Ketua Departemen Perekonomian Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat itu. (umi)