BPBK Abdya Mengklaim, Rakit Krueng Tuekuh Bantuan Pemkab


AJP.Com, Blangpidie – Terkait dengan Hasil yang didapatkan wartawan di kawasan Jembatan Krueng Teukuh, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Rabu (5/2/2014) sangat menyedihkan, hingga memasuki bulan Februari 2014, rakit bantuan penyeberangan para petani yang pernah dijanjikan oleh pemerintah daerah hingga kini belum terealisasi. Ini kata  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Yusbar saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya Rabu (5/2) sore sekitar pukul 18,30 Wib sangat berbeda dengan pernyataan pemilik warung dan juga pemilik rakit di lokasi penyeberangan.

Yusbar mengklaim, kalau rakit penyeberangan yang berada di bantaran sunggai Krueng Teukuh yang ada sekarang itu bantuan dari Pemkab Abdya melalui BPBK, yang sudah dibayar kepada masyarakat. Jadi bukan lagi milik pribadi Buyung.
“Rakit penyeberangan itu adalah bantuan Pemkab Abdya dan sudah lama beroperasi, biayanya saja sudah saya bayar melalui anggaran tanggap darurat, bahkan rakit itu sudah saya peusijuk” jelas Yusbar.

Merasa ada yang aneh, salah satu wartawan kembali mempertanyakan sebagaimana pengakuan Buyung kalau rakit tersebut adalah milik pribadinya, namun Yusbar menyebutkan lain.

“Rakit itu memang dia (Buyung) yang membuat terlebih dahulu, selanjutnya anggaran terhadap biaya pembuatan sudah dibayar melalui masyarakat yang bernama Hasbi. Persoalan Ia (Buyung) belum menerima biaya ganti rugi, hal itu saya tidak tahu,” ungkap Yusbar.

Yusbar juga mengakui, kalau besaran anggaran untuk pembuatan rakit penyeberangan sekitar Rp. 28 juta, dan sudah lama dicairkan kepada nama yang disebutkan, “ Sistim darurat ini, setelah selesai dibuat, baru diganti rugi uangnya. Jadi uang ganti rugi itu sudah lama saya ganti, kalau tidak salah besaran anggarannya sekitar Rp. 28 juta,” ungkap Yusbar.

Lebih lanjut Yusbar menceritakan, dulu sebelum ada aksi demontrasi para petani dan unsur mahasiswa ke kantor bupati, permohonan bantuan rakit penyeberangan itu sudah duluan masuk ke BPBK yang diajukan oleh masyarakat setempat. ‘’ Dulu yang urus permohonan bantuan itu Hasbi warga setempat. Dan sebelum demo, permohonan itu sudah masuk ke kantor, karena sistem pekerjaan swakelola kita percayakan saja pada dia” ungkap Yusbar mengakhiri.

Jadi jika disimpulkan antara pernyataan Buyung dengan pernyataan kepala BPBK Abdya Yusbar, sangat bertolak belakang, betapa tidak, Buyung sendiri mengakui kalau rakit itu adalah milik pribadinya dan sudah 9 bulan beroperasi. Sedangkan pihak BPBK mengklaim kalau rakit tersebut bantuan dari pemkab Abdya melalui BPBK yang sudah dibayarkan sekitar sebulan lalu. (putra)