Bupati Abdya : Banyak Masyarakat Yang Tidak Paham Kekhususan Aceh



Blangpidie - Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Ir Jufri Hasanuddin MM menilai Banyak masyarakat Aceh tidak paham tentang kekhususan Aceh, padahal khususan Aceh  itu diatur dalam Undang-undang.

Hal ini dikatakan Bupati Didepan
Paduka Yang Wali Nanggroe Malek Mahmud Alhaitar, Para Kepala Dinas dan Kantor, para ulama, tokoh adat, dan rìbuan masyarakat saat temu ramah di pendopo dalam rangka kunjungan kerja pertama Wali Nanggroe ke Abdya, Selasa (18/2/2014).

Kunjungan Wali Nanggroe tersebut sekaligus menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat kabupaten yang dilaksanakan di Masjid Nurul Yakin Gampong Lhang Kecamatan Setia, Rabu (19/2/2014).

Kedatangan Wali Nanggroe ke Abdya sambut tarian guelombang dan Tepung Tawar (Peusijuek) Wali Nanggroe oleh Bupati, para tokoh masyarakat dan tokoh adat lainnya menandakan kedatangan Tamu istimewa ke bumi brueh sigupai.

Usai tepung tawar (peusijuk) Wali Nanggroe dilanjutkan dengan acara temu rama dengan para SKPK dan masyarakat setempat.

Pada Kesempatan itu Bupati Jufri juga mengucapkan terimakasih banyak atas kesempatan yang diberikan oleh Wali Nanggroe.

"Pada Awalnya jadwal untuk hari ini hanya peusijuek dan selanjutnya paduka yang mulia langsung istirahat, namun paduka yang mulia melihat antusias masyarakat luar biasa menyambut kedatangan beliau, maka paduka yang mulia ingin menyampaikan sepata kata kepada kita semua, ini merupakan suatu penghargaan untuk kita," Ujar bupati jufri.

Bupati jufri juga sempat menyinggung keberadaan Wali nanggroe yang sempat menuai protes dari masyarakat.

"Sebenarnya Pasca MoU Helsinki Turunan UUPA itu harus selesai dan tuntas pada Tahun 2008, Namun karena ada polemik dan beberapa persoalan sampai saat ini turunan UUPA belum teralisasi," Ujar Jufri.

Bupati jufri juga menilai banyak masyarakat Aceh yang ingkar terhadap undang-undang.

"Maka kalau ada masyarakat aceh yang tidak setuju dengan keberadaan Wali Nanggoroe, bendera dan lambang Aceh, maka Masyarakat Aceh itu Orang yang ingkar terhadap UUPA dan Ingkar terhadap UU tentang daerah-daerah khusus di Indonesia,"tegas Jufri.

Wali Nanggroe Malek Mahmud Alhaitar dalam sambutanya berharap kepada masyarakat untuk menjaga apa yang telah Nikmati

"Aman, Damai, dan sejahtera yang kita rasakan saat ni adalah kehendak Allah SWT, sehingga ini haruslah kita jaga dan Nikmati bersama, termasuk juga saya dijadikan Wali Nanggroe Aceh ke 9 adalah kehendak Allah SWT," Ujar Wali nanggroe singkat. (putra)