Diperlakukan Secara Semena-mena, Sejumlah Karyawan PT JAM di Abdya Protes


AJP.Com, Blangpidie - Sejumlah karyawan perusahaan tambang bijih besi PT Juya Aceh Mining (JAM) yang beroperasi di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Senin (3/2/2014) .

Kedatangan karyawan ini untuk mengadukan nasibnya karena diputuskan hubungan kerja (PHK) tanpa melalui prosedur dan sebab yang jelas oleh pihak perusahaan tersebut.

Sedikitnya 6 orang mantan karyawan PT JAM yang mengaku mewakili dari puluhan karyawan lain yang sudah di PHK oleh perusahan tambang biji besi itu, memaparkan sejumlah keluhan saat bekerja di PT JAM.


"Selama ini, kami diperlakukan seperti sapi perah dalam bekerja. Masuk kerja jam 8 pagi keluarnya tanpa kejelasan waktu, tapi anehnya kita sudah kerja secara maksimal, namun gaji kita dibayar masih di bawah standar upah minimum apalagi lembur, sudah tidak pernah dikira sama sekali," ungkap Sukahar, mewakili rekan-rekannya kepada sejumlah anggota dewan Abdya diruang komisi B DPRK setempat.

Enam karyawan tersebut Sukahar  warga Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot yang datang bersama rekan kerjanya, Sukardi, Mardi, Evi Saputra dan Junaidi yang sama-sama warga Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, serta Supardi warga Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh.

Sukahar menyebutkan, mereka sudah bekerja di perusahaan itu sejak tahun 2008 lalu dengan upah minimum regional (UMR) berkisar Rp 1.450.000,- perbulan.

Para karyawan ini didepan Anggota DPRK itu, menyebutkan bahwa selama bekerja di perusahaan tambang itu sesuai aturan. "Ada lamaran, ada kartu depnaker, ada jamsostek, dan berbagai macam persyaratan resmi lainnya. Kami juga di SK-kan dengan resmi,"jelas Sukahar.

Akan tetapi lanjut Sukahar, saat mereka di PHK, perusahaan itu berlaku semena-mena, seperti penyampaian PHK terhadap karyawan dilakukan melalui security. Sedangkan pihak perusahaan tidak mau menjumpai para karyawan yang di PHK itu.

“SK PHK hanya dibacakan oleh orang luar perusahaan yang merupakan orang kepercayaan pak jon (pimpinan perusahaan),” sebut Sukahar.

Kedatangan ke enam mantan karyawan PT JAM  itu diterima oleh Wakil ketua DPRK Abdya, Elizar Lizam,SE.Ak, RS Darmansyah, Fahkrurazi Adamy, Hermansyah dan Abdullah. (putra)