Diduga Meninggal Tidak Wajar, Polres Abdya Lakukan Ekshumasi


AJP.Com, Blangpidie - Jajaran Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan ekshumasi atau mengali kembali kuburan almarhum Safril bin Ibrahim (51), warga Gampong (Desa) Pawoh, Kecamatan Susoh.

Kematian ayah tiga anak tersebut sempat mengundang tanda tanya, karena pascameninggalnya almarhum, mertuanya sempat meminta bantuan kepada tetangga untuk mendamaikan Syafril dan abangnya Nasli  yang diakui sedang baku pukul dengan korban.

Almarhum Safril, meninggal di kilang padi miliknya yang berlokasi di Dusun I, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh pada Selasa, (7/1/2014) 2014 lalu .

Berat dugaan Safril meninggal akibat dipukul, sebab sebelumnya korban sempat adu mulut bersama abangnya karena persoalan sewa bangunan, harta peninggalan dari orang tua mereka, tetapi sayangnya korban meninggal tidak diketahui persis bagaimana sebab kejadiannya, maka dari itu pihak kepolisian bersama dengan jajarannya atas seizin pihak keluarga untuk melakukan ekshumasi.

Kapolres Abdya AKBP Eko Budi Susilo SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Fitriadi, kepada wartawan di lokasi ekshumasi, Rabu (5/2/2014) mengatakan, penggalian kuburan alm Syafril (51) akan dilaksanakan untuk  diotopsi oleh dokter ahli dalam upaya  mengungkapkan penyebab kematian almarhum.

Otopsi atau pemeriksaan mayat dilaksanakan tim dokter ahli yang khusus didatangkan dari RSU Adam Malik, Medan. Tim dokter ahli diketuai, dr H Mistar Ritonga SpF, bersama anggota, dr Erianto, dr Abdul Gafar, dan Dr Arwan Jalan.

“Tim dokter ahli tersebut dari Bagian Departemen Forensik dan Medikolegal RSU Adam Malik, Medan,” ungkap Iptu Fitriadi,

Lebih lanjut dikatakan, setelah dilakukan otopsi, sampel dari hasil tersebut langsung dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi pemeriksaan ini tidak hanya sekedar pemeriksaan secara kasat mata namun juga diperkuat dengan hasil laboratorium, sehingga sebab akibat dari kematian almarhum dapat dipastikan,” jelasnya.

Sejauh ini, kasus tersebut  masih dalam tahap penyelidikan dan jika hasil dari pemeriksaan tim dokter itu benar terdapat kejanggalan, maka kasus ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Untuk saat ini saksi telah ada yaitu istri dan anak almarhum dan juga nantinya akan diperkuat oleh hasil otopsi,” ujarnya.

Amatan di lapangan, proses ekshumasi turut dihadiri pihak kelaurga almarhum, unsur muspika Kecamatan Susoh, TNI/Polri, Kejari Blangpidie dan ratusan masyarakat setempat yang ingin melihat secara langsung proses tersebut. (putra)