Pengungsi Sinabung Sudah Mencapai 30.117 jiwa

AJP.Com, Medan - Para pengungsi dari 16 desa di sekitar wilayah erupsi Gunung Sinabung boleh dipulangkan seiring dengan penurunan status yang diperkirakan pada akhir Februari--Maret 2014, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Mengutip keterangan BNPB, hari ini, ke16 desa dari empat kecamatan yakni  Kecamatan Payung, Simpang Empat, Namantran dan Tiganderket bisa dikembalikan seiring penurunan status Gunung Sinabung.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini mengatakan, ke 16 desa itu adalah Desa Cimbang, Desa Ujung Payung, Desa Payung, Desa Rimo Kayu, Desa Batu Karang (Kecamatan Payung),  Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Pancur (Kec.Simpang Empat), Desa Naman, Desa Kuta Mbelin, Desa Gung Pinto, Desa Sukandebi (Kec. Namantyran), Desa Tiganderket, Desa Kuta Mbatu dan Desa Tanjung Merawa (Kec. Tiganderket).

Menurut Sutopo mereka akan dipulangkan dalam 3 tahap pemulangan yakni:

 • Tahap I
– pengungsi di radius > 5 km, jumlah pengungsi

13.828 jiwa (4.639 KK).

• Tahap II
– pengungsi di radius 3 - 5 km, jumlah pengungsi

15.982 jiwa (4.625 KK).

• Tahap III
– relokasi 3 desa (Simacem, Bekerah, Sigarang-

Garang, Sukameriah dan Sukanalu) jumlah 1.109 KK.

Jumlah pengungsi terus bertambah meski Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menunjukkan tanda-tanda penurunan aktivitas. Hingga 30 Januari 2014, BNPB mendata jumlah pengungsi sebanyak 30.117 jiwa atau 9.338 kepala keluarga (KK). Jumlah itu bertambah 1.402 jiwa atau 343 KK sejak 23 Januari.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pertambahan jumlah pengungsi karena jarak tak aman mencapai radius lebih 7 Km dari Sinabung.

"Sampai saat ini jumlah pengungsi berasal dari 34 desa dan akan terus bertambah akibat awan panas ini," kata Sutopo dalam jumpa pers di Jakarta, hari ini. Pada 30 Januari, PVMBG merekomendasikan warga16 desa dan 2 dusun mengungsi.

Tim SAR bersama sejumlah personel TNI, Polri, Basarnas dan relawan kembali melanjutkan pencarian korban awan panas pascaeruspsi Gunung Sinabung, Minggu.

Informasi sementara yang dihimpun dari sekitar lokasi kejadian, menyebutkan, sebanyak 170 personel dari tim SAR, TNI, Polri, termasuk petugas dari instansi pemerintah terkait dan relawan kembali melanjutkan pencarian dan siap mengevakuasi korban jika masih ditemukan di dalam radius tiga kilometer dari Gunung Sinabung.

Dalam upaya evakuasi itu, tim menggunakan kendaraan operasional yang terdiri dari tujuh unit truk, dua hagglund Brimob, empat ambulans serta seluruh unit kendaraan Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa saat ini tim gabungan juga terus bersiaga di posko tersebut sambil menunggu rekomendasi dari Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terkait ancaman awan panas.
“Jika ada arahan untuk melakukan sesuatu, tim langsung bisa bergerak,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sutopo, tim gabungan juga mendirikan posko taktis di radius lima kilometer, tepatnya di Desa Gurukinayan.
“Posko tersebut untuk tempat bersiaga tim evakuasi,” kata Sutopo.

Sebagaimana diketahui, Gunung Sinabung pertama kali menyemburkan awan panas pada pertengahan September 2013.

Kondisi awan panas tersebut mencapai suhu 700 derajat Celcius dan mencapai jarak terjauh 4.500 meter.

Pada Sabtu (1/2), gunung berapi tersebut kembali menyemburkan awan panas disertai material vuilkanik sehingga mengakibatkan 14 orang yang berada di radius tiga kilometer tewas.