Pupuk Bersubsidi Di Abdya Masih Langka


Blangpidie - Stok pupuk bersubsidi Pemerintah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk masa tanam tahun 2014 belum sepenuhnya tersalurkan.

Akibatnya, para petani di sejumlah Kecamatan di Kabupaten tersebut mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis urea di kios-kios pertanian setempat.

Pantauan, sejumlah kios-kios pengecer pupuk pertanian di sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Abdya sudah hampir sebulan tidak memiliki stok pupuk bersubsidi khususnya pupuk urea.

Syahwal, 29, salah seorang masyarakat petani di Desa Alue Dama Kecamatan Setia kepada wartawan, Selasa (4/2/2014) mengakui, semua kios pertanian yang didatangi tidak memiliki stok pupuk area.

“Saya khawatir padi-padi saya kekurangan pupuk, akibat dari langkanya pupuk bersubsidi pemerintah ini,”sebutnya.

Selain pupuk urea, Syahwal mengakui, para petani juga sulit mendapatkan pupuk bersubsidi lainnya, seperti, SP-36, NPK Phonska, dan ZA serta pupuk organik.

“Kami sangat berharap pupuk bersubsidi yang menjadi kebutuhan kami petani segera di salurkan pemerintah, mengingat ini sudah masuk masa pemberian pupuk,”harapnya.

Menurutnya, petani saat ini sangat mengharapkan pupuk bersubsidi karena bisa dibeli dengan harga terjangkau. Sebab petani di Kabupaten Abdya saat ini tidak mampu untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih tinggi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak) Abdya, Ir. Adusmin Umar MM menjawab wartawan terkait keluhan para petani tersebut, Selasa (4/2/2014) mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya melalui distributor pupuk bersubsidi pemerintah akan menyalurkan pupuk tersebut ke kios-kios pertanian yang ada.

“Masalah itu memang menjadi kendala para petani, tapi itu bukan keinginan kita, hanya saja kita baru menerima jumlah pagu alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Abdya dari Pemerintah Provinsi,” terang Adusmin.

Menurutnya, setelah pihaknya menerima jumlah alokasi pupuk bersubsidi tersebut, pihaknya langsung menyelesaikan segala proses administrasi termasuk membuat rekomendasi penyaluran pupuk bersubsidi oleh bupati.

“Dalam waktu dekat rekomendasi dan surat keputusan bupati akan segera keluar, sehingga pihak distributor memiliki pegangan hukum dalam penyaluran tersebut,”sebut Adusmin.

Lebih lanjut disebutkan, selain pupuk urea pihak distributor lainnya juga telah menyalurkan pupuk bersubsidi pemerintah dengan hanya berpegang pada rekomendasi pihak Dinas.

”Untuk distributor pupuk urea pihak distributor tidak mau hanya dengan rekomendasi dinas saja tapi harus dengan rekomendasi bupati. Jika rekomendasi bupati sudah siap, maka pupuk tersebut langsung akan disalurkan,” tuntasnya. (Putra)