Senin, Kejari Blangpidie Akan Periksa Rekanan Pengadaan Alkes Di RSUTP

AJP.Com, Blangpidie - Kejaksaan negeri (Kejari) Blangpidie akan memeriksa  Direktur PT Bumi Swarga Loka selaku pihak rekanan pemenang tender pengadaan alat kesehatan (alkes) pada Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) Senin (10/2) mendatang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejari Blangpidie Umar Zakar, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Adenan Sitepu SH kepada sejumlah wartawan digedung Kejari setempat, Kamis (6/2/2014).

“Insyaallah, hari Senin (10/2) mendatang Direktur PT Bumi Swarga Loka akan kita panggil untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, surat pemanggilan sudah kita kirim via Fax ke Jakarta,” kata Kasi Pidsus, Adenan Sitepu SH.

Pemeriksaan terhadap Direktur PT Bumi Swarga Loka selaku pihak rekanan pada proyek pengadaan 10 item alkes di RSUTP Abdya yang diduga ada penyimpangan.

Sebab, proyek pengadaan alkes yang sumber dana APBN 2013 dengan jumlah Rp.6,3 milyar itu, dari 10 unit pengadaan alkes itu hanya tujuh item yang dapat dipenuhi kontraktor pelaksana, sementara tiga jenis alkes lainnya diduga fiktif, sedangkan tim PHO sudah menandatangi dan menyatakan bahwa pengadaan alkes tersebut termasuk amprahan dana sudah 100 persen.

Adapun tiga item pengadaan alkes yang diduga fiktif itu diantaranya alat meja operasi elektrik senilai Rp 347.909.100, mesin anastesi+ ventilator+vaporizer senilai Rp 876. 227.300, dan autoclave manual pintu tunggal 365 liter dengan harga Rp 797.272.500.

Pihak kejari  blangpidie berjanji akan terus memanggil pihak yang terlibat dalam kasus pengadaan alkes tersebut. “kita akan periksa siapa saja yang terlibat dalam kasus ini,”tegas Adenan sitepu.


Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu pihak kejari telah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tim serah terima barang (PHO), panitia tender dan mantan pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUTP Abdya yang juga Sekda Abdya. (Putra)