T Sama Indra : Keuangan Aceh Selatan Terancam Bangkrut

Tapaktuan - Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH mengaku sangat prihatin melihat kondisi keuangan daerahnya yang terancam kolaps atau bangkrut.

Menurutnya, kondisi keuangan yang memprihatinkan itu merupakan "dosa" pemerintahan sebelumnya, tetapi menjadi beban pihaknya saat ini untuk dipertanggungjawabkan.

"Ada dua faktor penyebab utama yang memberatkan keuangan daerah saat ini, yaitu membengkaknya jumlah PNS serta kewajiban Pemkab Aceh Selatan mengembalikan sisa dana sertifikasi guru sebanyak Rp 5 miliar seturut perintah BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Provinsi Aceh," kata Sama Indra kepada Wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/2/2014).

Bupati menjelaskan, sejak tahun 2010 sampai 2012 Pemkab Aceh Selatan tidak membayar secara penuh dana sertifikasi guru, padahal dana itu telah ditransfer pemerintah pusat. Sehingga sepanjang tahun 2010 sampai 2012 terjadi rangkaian aksi demo oleh kalangan guru yang menuntut pembayaran dana sertifikasi tersebut secara penuh.

"Mengejutkan, ternyata sisa dana sertifikasi yang belum dibayarkan kepada guru tersebut digunakan untuk menutupi defisit anggaran yang dialami Pemkab Aceh Selatan saat itu. Proses pengalihan dana sertifikasi itu untuk menutupi defisit anggaran dilakukan secara bertahap yakni mulai tahun 2010 sampai 2012, dimana angka defisit yang besar terjadi pada tahun 2012," jelas Sama Indra.

Berdasarkan perintah BPKP, besaran dana sertifikasi yang harus dikembalikan atau dibayarkan lagi Rp 5 miliar. Celakanya, kata bupati, kewajiban itu harus dituntaskan oleh Pemkab Aceh Selatan dalam tahun anggaran 2014 ini.

"Artinya dalam tahun ini Pemkab Aceh Selatan harus menyediakan cadangan dana segar Rp 5 miliar untuk mengembalikan dana sertifikasi guru tersebut, sementara pos anggaran belum ada karena sebelumnya memang tidak dipersiapkan untuk itu," sesalnya.