Terkait Kasus Dugaan Penyimpangan Alkes, Sekda Abdya diperiksa Kajari

AJP.Com, Blangpidie -  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Drs Ramli Bahar memenuhi panggilan Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Blangpidie, Senin (3/2/2014).

Kedatangan Sekda Abdya itu terkait dugaan penyimpangan proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) Rp. 6,3 Milyar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 lalu pada Rumah Sakit Umum (RSU) Tengku Peukan Kabupaten setempat, yang semasa itu ia menjabat pelaksana tugas (Plt) Direktur RSU-TP.

Drs Ramli Bahar tiba di gedung Kejari sekitar pukul 12,15 Wib, dengan menumpangi mobil dinasnya BL 6 C. Kedatangan Sekda Abdya itu ditemani oleh ajudan dan seorang PNS yang diketahui staf di Bagian hukum setdakab setempat

Sekitar satu jam berada diruangan pemeriksaan Kasi Pidsus, Sekda Ramli Bahar terlihat keluar dari gedung Kejari menuju mobil dinasnya karena sudah memasuki waktu istrahat. "Belum selesai pemeriksaannya karena sudah memasuki waktu istirahat, periksaan sementara kita berhanti dulu, setelah jam istirahat sekitar jam 14,30 Wib nanti, akan kita lanjut lagi pemeriksaannya,"kata Kasi Pidsus Kejari Blangpidie, Adenan Sitepu SH.

Sekitar pukul 15,00 Wib, Sekda Ramli Bahar kembali mendatangi gedung Kajari Blangpidie untuk pemeriksaan lebih lanjutan yang sempat terhenti karena waktu istirahat. "Saya hadir ke Kajari ini untuk memenuhi pemanggilan jaksa terkait proses tender proyek pengadaan alkes pada RSU-TP,” kata Sekda Abdya yang juga mantan Plt direktur RSU TP Abdya itu usai shalat ashar digedung Kajari Blangpidie.

Sekda kepada sejumlah wartawan mengakui, bahwa semasa ia menjadi Plt Direktur RSU-TP pernah melakukan amprahan dana sebesar 20 persen kepada PT Bumi Swarga Loka, yang merupakan perusahaan pemenang tender pengadaan alkes RSUD sebesar Rp. 6,3 milyar bersumber dari APBN itu.

"Untuk amprahan anggaran 20 persen kepada Pt Bumi Swarga Loka ada saya lakukan. Saya amprahkan anggaran 20 persen tersebut telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan. Jadi saya tidak tau kesalahannya dimana, karena sudah dipanggil kita hadiri saja,"ungkap Sekda.

Hingga pukul 18,00 Wib , proses pemeriksaan terhadap mantan Plt direktur RSU-TP itu masih berlangsung.(Putra)