Anak Muda Jangan Lagi Penyumbang Angka Golput


Jakarta - Pemuda Indonesia jangan Golput. Pemuda Indonesia harus turut andil dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 dan ikut menentukan nasib bangsa dengan memilih pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah bangsa.

Demikian ditegaskan Koordinator Epicentrum Kebangsaan, Andrew Prasetya dalam keterangannya, Selasa (18/3/2014). Epicentrum Kebangsaan adalah sekelompok anak muda dari berbagai kampus dan kota yang menyuarakan untuk menolak golput pada pemilu 2014.

"Golput itu tidak menyelesaikan masalah. Golput hanya bentuk protes tanpa konteks," tekan dia.

Dia menyuarakan bagi para pemilih pemula untuk dapat menentukan calon pemimpin yang tepat. Sosok itu, harus mempunyai visi misi jelas, yakni peduli politik Indonesia dan memiliki jiwa pemimpin.

"Jadilah pemilih yang cerdas. Pokoknya berani memilih, antipati terhadap politik bukanlah sebuah solusi," terangnya.

Menurutnya, sosok Gubernur DKI Joko Widodo yang saat ini dielu-elukan menjadi Presiden oleh sebagian besar Rakyat Indonesia dinilai kurang pantas menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia. Musababnya, sosok Jokowi tidak konsisten karena meninggalkan Solo ke Jakarta, dan sekarang mendadak menerima mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan akan meninggalkan Jakarta.

Dia menambahkan, ke depan pihaknya bakal melakukan sosialisasi ke daerah-daerah untuk mengajak pemilih pemula menjadi pemilih cerdas dan tidak golput. Sosialisasi capres berkualitas, berpengalaman dan berintegritas itu akan menjadi tagline gerakan ini agar anak muda peduli dan melek politik.

"Pemilu 2014 adalah momentumnya anak muda untuk tidak lagi menjadi bagian terbesar penyumbang angka golongan putih atau golput," terang dia.

Selebihnya dia mengatakan, dengan turut serta memilih di Pemilu 2014, anak muda bisa menentukan nasib bangsa ini ke depan. "Dengan jumlah pemilih muda dan pemula yang sangat signifikan sekira 53 juta suara atau 40 persen dari 170 juta pemilih, generasi muda adalah penentu kemenangan pemilu nanti," demikian Andrew. [rmo]