Cerita dan Kondisi Bocah 9 Tahun Terkena Serpihan Granat

Banda Aceh - Sayed Habibi, bocah berusia 9 tahun itu terbaring lemas di atas tempat tidur rumah sakit saat di bawa keluar dari ruang operasi. Bagian belakang kepalanya dibalut perban. Ia baru saja selesai menjalani operasi pengangkatan logam serpihan granat yang bersarang di kepalanya.

Habibi di bawa keluar dari ruang operasi menuju ruang Jeumpa dua Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. Ia akan dirawat di ruang tersebut. Ibunda Habibi, Siti Aminah hanya bisa pasrah saat melihat anak ketiganya di bawa keluar dari ruang operasi.

"Saya berharap anak saya bisa cepat sembuh," kata Aminah, kepada detikcom, di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh, Rabu (12/3/2014).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Banda Aceh ini terkena serpihan granat saat pulang dari terminal L-300 menuju rumah bersama kakak. Namun ketika sedang melintas di depan kantor Partai Aceh di Jalan Teuku Imuem Lueng Bata, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras.

"Ia mengeluh sakit di kepala. Pas dilihat oleh kakak kepalanya sudah berdarah," jelas Aminah.

Tidak menunggu lama, sang kakak langsung membawa Habibi ke Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh. Keluarga awalnya tidak menduga bahwa luka yang dialami Habibi berasal dari serpihan granat. keluarga baru mengetahui luka Habibi berasal dari serpihan granat setelah polisi datang ke rumah meminta Habibi dibawa ke rumah sakit lagi.

Kini, habibi sudah selesai menjalani operasi. Tim dokter berhasil mengangkat logam serpihan granat dari otak korban. Keluarga berharap pemerintah menanggung biaya perawatan Habibi. "Kami mengharap pemerintah bisa membantu kami untuk membiayai perawatan Habibi," harap Aminah.(detik)