Cucu Jenderal Sudirman Dukung Jokowi Jadi Presiden

Jakarta - Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah diambang pintu. Tapi, greget mengikuti pemilihan Presiden Republik Indonesia dirasa semakin rendah.

Hal ini lantaran calon presiden yang dimunculkan partai politik itu-itu saja. Tidak ada darah baru yang dimunculkan untuk menempati kursi orang nomor satu di Indonesia.

Begitu dikatakan Ketua Yayasan Panglima Besar Soedirman, Ganang Soedirman dalam keterangan kepada redaksi, Kamis (13/3).

Menurutnya, saat ini hanya ada satu tokoh yang patut menjadi calon presiden. Tokoh itu, tak lain adalah Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi yang disebut-sebut pencapresannnya segera dideklarasikan oleh PDIP.

"Salah satu partai politik yang merencanakan pencapresannya, menurut indikasi kami adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang menurut perkiraan kami esok Jumat pagi, 14 Maret 2014, akan diumumkan sebagai Capres," kata Danang yang juga cucu Jenderal Besar Sudirman.

Dia menjelaskan, sebagai personal, Jokowi memiliki kelebihan dari sudut elektabilitas yang tinggi. Kenyataan itu sulit untuk dipatahkan oleh sosok yang digadang sebagai Capres partai lain.

"Oleh karenanya kami dari Yayasan Panglima Besar Soedirman, menyampaikan kepada publik bahwa marwah Jenderal Besar Soedirman kami amati ada pada diri Jokowi," terangnya.

Humas Yayasan Panglima Besar Soedirman, Iwan Pilliang menyatakan hal senada. Walau demikian, dia tak menampik jika Jokowi juga memiliki kekurangan dalam memimpin. Tapi, kata dia lagi, kekurangan itu justru akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Jokowi. Asal, Jokowi dapat bekerjasama dengan Cawapres pendamping yang tepat untuk menutupi kekurangannya.

"Dalam artian, kerendah-hatian Jokowi, adalah juga kekuatan itu," terang dia.

Dalam pengamatan Yayasan Panglima Besar ‎Soedirman, ada beberapa calon Cawapres dari internal PDIP yang pantas mendampingi Jokowi maju sebagai Capres. Salah satunya, sosok muda dari timur seperti Kamarudin Watubun

"Dia bisa mendampingi Jokowi karena memahami betul konsep Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang budaya," terang Iwan.

Selain Kamarudin, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat juga dirasa cocok mendampingi Jokowi. Meski belum resmi bergabung dengan PDIP, dukungan Jumhur bersama jaringannya membuktikan bahwa dia pantas jadi panutan.

"Marwah Panglima Besar Soedirman sejalan dengan Bung Karno, menjadi panutan dan teladan dari PDIP. Marwah itu pula yang juga diusung Jumhur Hidayat," terang dia.

"Bagi mereka yang senior dari usia dan pengalaman agar dengan rendah hati berkenan menjadi penasehat presiden dan tim cabinet, demi sebuah perubahan menuju terwujudnya Trisaksti Bung Karno, yang sejalan dengan marwah Panglima Besar Soedirman," sambung dia.[wid]