Elektabilitas Partai Demokrat Mulai Naik

Jakarta - Kasus korupsi yang menerpa sejumlah elite Partai Demokrat (PD) merontokkan elektabilitas parpol pemenang Pemilu 2009 ini sampai titik terendah. Kenaikan elektabilitas PD ini dimulai setelah partai berlambang bintang mercy ini dipimpin SBY.

Elektabilitas Partai Demokrat mengalami peningkatan meski tidak signifikan selama setahun terakhir. Survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 6-20 Desember 2012 silam mencatat lonjakan Partai Gerindra dan penurunan suara PD.

Perolehan suara PD kala itu sampai tinggal 8%, nyaris disalip Gerindra yang mendekati 7%. Sementara Golkar masih kokoh di puncak dengan 21% suara dibuntuti PDIP dengan 18% suara. PKB menutup 5 besar parpol saat itu dengan raihan 5%.

Setahun berselang, peta kekuatan parpol sudah berubah cukup drastis. Perolehan suara PD naik lebih dari 3 persen. Berdasarkan survei SMRC pada Februari 2014, PD kini berada di urutan ketiga dengan mengantongi suara 10,4%.

Sementara di posisi puncak klasemen sudah terjadi perubahan peta. PDIP kini memimpin dengan 16,5% disusul Golkar denan raihan 15% suara.

Perolehan suara ini pun membuat Ketum PD SBY optimistis partainya akan meraih suara cukup besar di Pemilu 2014. "Ya tidak harus urutan pertama, saya terus berikhtiar agar partai ini tidak jauh jaraknya dengan partai-partai besar. Kemudian, kalau Saya pikir patut untuk menampilkan yang bisa dicalonkan (untuk jadi presiden). Saya akan bisa menerima apapun hasilnya nanti. Saya tidak ingin kalau kecil mengatakan curang," tutup SBY, dalam sebuah acara dengan Chairul Tanjung dan Forum Pemred beberapa waktu lalu.(detik)