Gemerlap : Pemerintah Aceh Harus Tindak Tegas PLN


Banda Aceh - Pemerintah Provinsi Aceh diminta bersikap tegas kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Aceh yang dinilai telah merugikan masyarakat akibat seringnya pemadaman listrik selama sebulan terakhir.

Hal ini disampaikan salah satu pengunjuk rasa yang tergabung dalam aksi Gerakan Masyarakat Melawan Gelap (Gemerlap) yang disampaikan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (11/3/2014).

"Pemerintah Aceh harus tegas kepada PLN, karena akibat seringnya pemadaman listrik yang dilakukan sebulan terakhir ini mengakibatkan warga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah per hari," kata Ketua koordinator Gemerlap Abdul Aziz.

Dalam aksinya dengan berorasi sembari membawa poster dan spanduk berisi kecaman kepada PLN serta perangkap komputer yang rusak akibat seringnya pemadaman listrik, Aziz dan kawan-kawan mengatakan, pemadaman listrik yang dilakukan PLN sudah membuat masyarakat geram, karena sudah di luar batas kewajaran.

"Bagaimana mau meningkatkan perekonomian masyarakat, jika terus dirugikan oleh PLN," ketus Aziz.

Dijelaskannya, kerugian bukan hanya dari segi perekonomian, tapi akibat pemadaman listrik di beberapa wilayah sudah mengalami kebakaran yang melalap harta benda warga.

Menurutnya, tidak seharusnya pemadaman ini berkelanjutan, karena bisa membuat kerugian yang lebih banyak lagi. "Padahal masyarakat telah mengeluarkan biaya tiap bulan untuk membayar rekening listrik," imbuhnya.

Apalagi yang sangat membingungkan masyarakat, pemadaman dilakukan setiap hari tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, baik itu pagi, siang atau malam hari karena pemadaman bisa terjadi tiga kali sehari.

"Ini dinilai sudah di luar kewajaran, yang berakibat merugikan ekonomi masyarakat kecil," kata Aziz.

Menurutnya, Akibat seringnya pemadaman listrik, diperkirakan warga Rata-rata kepala keluarga harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 10.000 untuk membeli lilin setiap malam.

"Nah, bagaimana jika dikalikan dengan jumlah KK miskin di seluruh Aceh, berapa kerugian yang harus ditanggung masyarakat, BUMN harus bertanggung jawab terhadap kerugian ini. BUMN jangan menghitung laba saja, tapi harus menghitung kerugian masyarakat," tegasnya.

Mereka juga sangat menyayangkan sikap Pemerintah Aceh yang terkesan diam melihat persoalan rakyat, yang makin hari makin terpuruk.

"Bagaimana bermimpi menjaring investor masuk ke Aceh, untuk urusan listrik saja tidak mampu ditangani secara serius oleh pemerintah," ungkap Aziz. (abhy)