Polisi Gerebek Rumah Calegnya Dengan Kasar, Mualem Perintahkan Lapor Ke Polda


Banda Aceh - Karena di nilai bertindak kasar saat menggerebek rumah nya, anggota Polisi dan Brimob Lhokseumawe di laporkan oleh Tgk Muharuddin ke Polda Aceh. “Sikap kasar mereka terhadap saya telah saya laporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Aceh pada hari Senin, 24 Maret 2014,” kata Tgk Muharuddin, Selasa (25/3/2014).

Tgk Muharuddin mengatakan, sangat mendukung tugas polisi dan Brimob mengungkap kasus-kasus tindak kekerasan pemilu yang terjadi selama ini di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan daerah lainnya. Tapi, dalam melaksanakan tugas, hendaknya polisi menjunjung tinggi Kode Etik Polri.

“Sikap tegas polisi dalam bertugas, kami terima. Tapi, sikap kasarnya, kami tidak terima. Masuk rumah tanpa assalamualaikum, langsung memerintahkan saya untuk tiarap ke lantai,” kata Muharuddin.

“Saya tanya, apa tujuan penggerebekan rumah saya dan ada masalah apa, tidak dijawab. Sempat saya katakan bahwa saya anggota DPRA. Tapi itu pun tak ditanggapi, kecuali ada seorang yang menjawab, kalau mau bicara nanti saja di kantor.”

Selanjutnya, ia bersama 35 orang kader Partai Aceh (PA) dibawa ke Polres Lhokseumawe pukul 02.30 dinihari. Tapi tetap tidak diberitahukan apa masalahnya, sampai akhirnya dilepas esoknya, Sabtu siang pukul 11.30 WIB.

Tak terima diperlakukan kasar, Muharuddin memutuskan untuk melaporkan peristiwa penggerebekan rumahnya itu kepada Polda Aceh. “Ini saya lakukan atas perintah Ketua DPRA, Drs Hasbi Abdullah dan Ketua DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf,” ungkap Muharuddin.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Joko Surachmanto ketika di konfirmasi, pada malam kejadian itu jajaran Polres Lhokseumawe dan Brimob melakukan penyisiran dan penangkapan terhadap pelaku perusuh dan perusakan rumah warga. “Pada saat kita lakukan penyisiran, penggeledahan, dan sebagainya, beberapa orang meninggalkan mobilnya, lalu kabur, dan sebagainya,” jelas Kapolres.

“Nah, pada saat anggota melakukan pengamanan dan sebagainya, mungkin ada kata-kata yang kasar dari mereka dan sebagainya, sehingga anggota melakukan penangkapan. Dari mereka kemungkinan juga melakukan perlawanan, sehingga di luar dari kesadaran kami, anggota melakukan tindakan-tindakan. Mungkin itu yang bisa saya klarifikasi,” ujar Joko Surachmanto. (Abhy)