Ini Kelemahan Jokowi Jika Jadi Presiden RI


Jakarta - Jokowi, yang bernama lengkap Joko Widodo, belum genap 2 tahun menduduki kursi jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Akan tetapi, baru baru ini Jokowi sudah di daulat oleh Partai PDI-P menjadi calon presiden (Capres) Republik Indonesia.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai Jokowi sebagai calon yang lemah dalam pengelolaan politik, pertahanan dan keamanan.

"Sampai saat ini, Jokowi belum kelihatan menonjol dalam pengelolaan konflik dan dinamika politik dalam negeri, percaturan politik nasional, dan pengelolaan teritorial terkait dengan negara tetangga," ujar Emrus saat ditemui wartawan, Minggu (16/4/2014)

Bukan hanya itu, Emrus juga mengakui, pasangan Wakil Gubernur Ahok ini juga belum piawai dalam pengelolaan pertahanan dan keamanan, termasuk strategi dan manajemen alusista militer.
Dipa, peneliti dari Lembaga Survei Nasional mengungkap, ada 3 alasan Jokowi dianggap tidak layak menjadi presiden. Alasan terbanyak, kata dia, respoden menilai Jokowi harus membuktikan lebih dulu kinerjanya sebagai gubernur DKI Jakarta.

Jika ia berhasil, barulah masyarakat percaya Jokowi layak maju sebagai presiden 2019.

Kedua, responden menilai Jokowi masih dibutuhkan untuk membenahi Jakarta. Kemudian yang ketiga, responden menilai Jokowi belum cukup pengalaman untuk memimpin dalam skala nasional dan masih ada tokoh lain yang lebih pantas.

"Hanya 28,9 persen yang mengaku optimistis Jokowi bisa membuat Indonesia lebih baik," kata Dipa. (Yuri)