Irwandi : Bersama PNA, Kita Melawan Pembodohan

irwandi


Takengon - Partai Nasional Aceh (PNA), kemarin menyelenggarakan kampanye akbarnya di Lapangan Belang Bebangka, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (26/3/2014).

 Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP PNA Irwandi Yusuf, mengajak rakyat untuk membentuk Front Pembebasan Aceh. Hal ini untuk membebaskan keterpurukan, membebaskan dari kemiskinan, serta dari rendahnya martabat Aceh.

” Maka dari itu, sama-sama bergabung dengan PNA agar tujuan dan cita-cita masa depan Aceh tercapai, kita telah lama di bodohi-bodohi dan kini pun ada elemen-elemen kembali membodohi kita. Maka dari itu PNA akan bersama-sama melawan pembodohan tersebut ,’ seru nya.

” Kita membantu keluar dari pembodohan kita, mari pilih PNA nomor 12, untuk itu agar di sampaikan kepada semua yang tidak hadir untuk bersedia memenangkan PNA ,”

Irwandi juga berjanji, jika PNA mendapat tempat yang signifikan di DPRA dan DPRK, Insya Allah semua yang telah rakyat Aceh rasakan, di masa pemerintahan saya, akan kembali bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Aceh ,”

“ Maka hilang kenikmatan tersebut dan seperti pepatah mengatakan jika kita tidak mensyukuri nikmat Allah SWT, maka akan hadirlah pemimpin yang zalim yang berasal dari kaummu sendiri, seperti kita rasakan sekarang sawah dimana-mana kering, bencana alam dimana-mana, serta angka kemiskinan yang semakin bertambah ,” jelasnya.

Dikatakan, di masa awal pemerintahannya, angka kemiskinan Aceh berada pada posisi 33 %, kemudian semenjak dia memimpin, angka tersebut terus turun hingga akhir masa jabatannya menjadi 18 %. Akan tetapi, sekarang kemiskinan tersebut naik kembali hampir 20 %.

” Penting diketahui bersama, saya buat PNA bukan untuk kepentingan saya, melainkan kepentingan seluruh eleman masyarakat Aceh yang ada di pesisir dan di Gayo ini. PNA bukan saya bentuk untuk mengantarkan saya agar kembali menjadi Gubenur Aceh, tetapi saya bentuk PNA karena ingin meluruskan hal-hal yang melenceng yang terjadi di Aceh dan hal tersebut tidak bisa diluruskan oleh partai lain ,” sebutnya.

Selanjutnya, ada pihak yang mengatakan dengan melalui MoU Helnsiki, maka Aceh akan merdeka serta dengan bendera Aceh dan lambang Aceh, maka Aceh bisa merdeka. Itu semua pembodohan kepada rakyat Aceh. ” Saya sendiri hadir di dalam penandatangan MoU Helsinki dan tidak ada kata merdeka dalam perjanjian tersebut. Sangat kasihan rakyat Aceh, dengan pembodohan tersebut dimana jika dengan adanya bendera dan lambang Aceh serta Wali Nanggroe maka Aceh akan merdeka ,” sindir Irwandi.

“PNA hadir bukan untuk membodahi masyarakat, PNA hadir untuk mecerdaskan rakyat Aceh, saya tidak pernah membedakan suka di Aceh, semua yang hidup di Aceh adalah rakyat Aceh, dari suku dan golongan manapun dia ,” kata Irwandi.

Terkait adanya pertikaian di Aceh Tengah minggu lalu, Irwandi mengaku, merasa sangat prihatin,” bagaimana kita mau mengundang investor dari luar negeri, jika situasi Aceh masih seperti perang saudara. Saya merupakan korban paling banyak menerima ancaman, semenjak pilkada tahun 2012 hingga sekarang, saya sudah 4 x akan di bunuh, dengan pembunuhan terencana, namun, Alhamdulilah saya terlepas dari cobaan pembunuhan tersebut ,” tutup nya (Ali)