Kebakaran, 18 Unit Rumah Di Beurawe Musnah Terbakar


Banda Aceh - Kebakaran yang terjadi di Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alam, telah memusnahkan 18 unit rumah, Senin (3/3). Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut, serta di perkirakan mengakibatkan kerugian yang di taksir ratusan juta rupiah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, saat PT PLN (Persero) sedang melakukan pemadaman bergilir di wilayah tersebut. Meski pun penyebabnya belum di ketahui, namun diduga api berasal dari sebuah dapur salah satu rumah kos yang tengah menyalakan lilin.

Penduduk Beurawe, Nanda (20), Selasa (4/3) mengatakan, api cepat menjalar karena rumah-rumah tersebut kebanyakan konstruksi nya terbuat dari kayu. Rumah yang terbakar itu rata rata adalah rumah kos, kontrakan, maupun pribadi.

“Rumah keluarga saya yang terbakar ada 13 unit. Sedangkan jumlah rumah di belakang rumah kami, kami tidak tahu,” ujarnya.

“Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian setelah lima unit armada kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api,” ujarnya seraya menambahkan, lokasi yang sempit juga membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan dalam melakukan tugasnya.

Terlebih lagi, saat peristiwa tersebut terjadi, banyak warga berkerumun di sekitar lokasi kejadian, sehingga petugas pemadam makin kesulitan. Namun,ada juga warga setempat ikut membantu menyiramkan air ke kobaran api dengan menggunakan fasilitas seadanya.

Menurutnya, saat terjadi kebakaran itu banyak warga yang kaget karena beberapa kali mendengar letusan tabung gas yang meledak.

Di bagian lain ditambahkan nya, di wilayah tersebut pemadaman listrik sudah sering terjadi. Hampir setiap lima menit listrik padam. “Jadi, mungkin ada korsleting sehingga terjadi kebakaran,” duganya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, Samsul Bahri, mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan 18 unit rumah tersebut.
“Kita belum tahu apakah penyebab kebakaran ini karena lilin atau bukan,” katanya.

Pihak BPBD Kota Banda Aceh sudah menyerahkan bantuan tahap pertama kepada korban, di antaranya makanan serta tenda untuk mereka tinggal.

Pantauan wartawan, hingga Selasa (4/3) siang, di lokasi sudah di pasang gari polisi, dan sejumlah korban kebakaran masih membersihkan puing-puing kebakaran.