Libatkan Anak Di Bawah Umur, 12 Parpol Di Laporkan Ke Bawaslu



Jakarta - Menduga ada pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh 12 Partai Politik, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melaporkan hal tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pelanggaran tersebut yaitu melibatkan anak dibawah umur dalam melakukan kampanye.

Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (19/03) mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pelanggaran tersebut setelah melakukan pemantauan selama 3 hari terakhir.

Asrorun menyebutkan, UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak khusus, terutama pasal 15 mengancam parpol yang melibatkan anak-anak berkampanye dengan pidana 5 tahun dan atau denda 100 juta rupiah.

Apabila unsur pelanggaran terpenuhi secara sistemik maka parpol bisa dikenakan sanksi. Hal tersebut tercantum dalam pasal 87 UU nomor 23 tahun 2002.

“KPAI sudah mensosilisasi jauh-jauh hari terkait terjadinya tindak penyalahgunaan anak dalam politik,” katanya.

Hasil pantauan KPAI, seluruh partai melakukan pelanggaran kampanye yang melibatkan anak-anak.

“Ada 87 kasus pelanggaran, yang paling banyak dilakukan oleh PKS 14 kali, kemudian PDI-P dengan 10 kasus” tegas Asrorun. (Yuri)