Mantan Rektor Universitas Indonesia Berpotensi Tersangka KPK





Jakarta  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan tetap menelisik dugaan korupsi proyek pembangunan dan instalasi teknologi informasi di perpustakaan Universitas Indonesia (UI) tahun anggaran 2010-2011.

Hal itu dijanjikan setelah KPK melakukan penahanan terhadap mantan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Administrasi Umum UI, Tafsir Nurchamid.

"Intinya kasusnya masih dikembangkan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (15/3/2014).

Menurut dia, pengembangan dilakukan guna mencari tahu pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus.
"Terbuka peluang pihak lain yang terlibat. Tergantung dua alat bukti. Siapapun. Tapi sampai hari ini belum," jelas dia.

Nama Gumilar sempat disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam sejumlah proyek, termasuk proyek pembangunan Fakultas Seni yang hingga kini mangkrak.

"Sangkaannya kan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 kan penyalahgunaan kewenangan. Pengembangannya ke arah pihak lain yang terlibat," tambah dia.

Tafsir dijebloskan ke Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Jumat sore kemarin. Dia dijebloskan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan instalasi teknologi informasi perpustakaan UI tahun anggaran 2010-2011.

Tafsir diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama yang merugikan keuangan negara dari proyek pengadaan senilai Rp 21 miliar itu. 

Dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI pada 2003-2007 itu disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (rmo)