Masyarakat Ulee Lheu Kecewa Terhadap Kinerja PAM


Kinerja PAM yang di nilai lamban, telah mengecewakan banyak pihak. Termasuk penduduk Gampong Ulee Lheu, Meuraxa, Kota Banda Aceh. PAM hingga saat ini belum mampu menyuplai air bersih kepada penduduk yang tinggal di pinggiran kota Banda Aceh tersebut.

Kekecewaan ini sudah berlangsung lama, semenjak bencana tsunami, pada tahun 2004. Jika warga ingin air yang bersih, maka mereka harus membeli nya.

“Selama ini, kami hanya membeli air bersih pada petugas PDAM. Dalam 5 ribu liter air, harganya Rp 120 ribu. Itu hanya cukup untuk keperluan selama seminggu,” kata penduduk Ulee Lheu, Hafid (38), kepada wartawan, Jumat (14/3/2014).

Pihak nya heran terhadap kinerja PAM, pasal nya, pemasangan pipa sudah di lakukan dari dua tahun yang lalu. Namun, hingga sekarang, warga belum bisa menikmati air bersih. Meteran air juga belum terpasang. Padahal, masyarakat sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk pemasangan meteran.

Kepada wartawan, Staf Bagian Pemutusan Pemasangan dan Penanggulangan Kebocoran (P3K) PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, T Saiful Yunus, mengatakan, pihaknya belum memasukkan air ke rumah penduduk karena debit air yang masuk wilayah itu sangat kecil sehingga pihak nya khawatir tidak seluruh warga menikmati air bersih itu. Menurutnya, sebagian penduduk di Ulee Lheu sudah menikmati air bersih, termasuk di bagian belakang Masjid Baiturrahim.

Mengenai dua lubang yang digali PDAM, disebutkannya, tujuannya adalah untuk memantau debit air yang masuk wilayah itu.

Dia juga menegaskan, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk pemasangan pipa di rumah adalah di luar kapasitas PDAM Tirta Daroy. Itu merupakan kesepakatan antara masyarakat dengan tukang yang bekerja. 

“Kalau dari PDAM tidak ada kutipan,” jelas nya. (Abhy)