Ngemil, Tanda Sakit Jiwa !

Hati-hati jika Anda sering merasa lapar pada tengah malam, pasalnya sebuah studi menyebutkan bahwa makan tengah malam adalah sinyal bagi beberapa gangguan mental.

Sinyal gangguan jiwa itu disimpulkan dari hasil penelitian yang dipimpin oleh Rebecka Peebles dari University of Pennsylvania. Dilansir Fox News, tim peneliti menganalisis riwayat kesehatan mental pada lebih dari 1.600 mahasiswa. Mereka menemukan 4 persen kriteria gangguan makan tengah malam, sepertiga dari mahasiswa juga diketahui terlibat dalam pesta makan.

"Sindrom makan tengah malam ditandai dengan tugas kuliah yang dikerjakan hingga larut malam, tapi ada juga sebab lain, seperti perasaan tidak bisa makan di pagi hari, atau harus makan agar bisa tidur kembali," kata  Peebles.

Lanjut Peebles, kebiasaan makan tengah malam perlu diperhatikan walaupun hanya terjadi pada 4 persen mahasiswa. Penelitian menujukkan, mahasiswa dengan riwayat anoreksia nervosa lebih mungkin mengalami ini. Sindrom ini sering ditandai dengan peningkatan nafsu makan di malam hari, serta dorongan dan perasaan bahwa makan tengah malam memungkinkan seseorang untuk kembali tidur. Para peneliti mengatakan, orang dewasa, termasuk mahasiswa, cenderung makan lebih banyak pada tengah malam karena merasa stres dan memiliki pola tidur yang tidak konsisten.

Cristin Runfola, peneliti University of North Carolina Center menganalisis lebih lanjut mengenai kebiasaan makan tengah malam. Ternyata, mereka yang memiliki gangguan itu dilatari riwayat depresi.

"Saya pikir ini penting mengingat hasilnya berlaku pada pria dan wanita, juga berbagai ras dan etnis," kata Runfola.

Yang lebih parah, makan tengah malam berimbas pada perilaku gangguan makan lain dengan konsekuensi fisik dan psikologis yang serius. Sangat penting bahwa pemilik sindrom makan tengah malam mendapatkan bantuan, Runfola melanjutkan, orang tua dan teman-teman harus peka melihat gejala tersebut. [Kompas]