Polda Aceh Beri Ultimatum Kepada Pemilik Senpi Ilegal


Banda Aceh - Polda Aceh akhir nya mengeluarkan ultimatum dalam bentuk maklumat, untuk segera menyerahkan dan mengumpulkan senjata api ilegal yang masih beredar di tangan pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab.

Maklumat tersebut akan dikeluarkan pada hari Senin (17/3) dan akan disebarkan ke seluruh Polres (Polisi Resort) serta juga kepada masyarakat. Maklumat tersebut memiliki batas waktu tertentu dalam penyerahannya.

Bila ultimatum tersebut sudah habis waktu nya, tapi senjata juga tidak diserahkan, maka polisi akan mengambil tindakan tegas.

“Ini langkah tegas yang akan kita ambil,” tegas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo dalam acara temu pers bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, di Kantor Gubernur, Jumat (14/3)

Dikatakan, dengan dikeluarkan nya maklumat ini maka pihak nya meminta kepada seluruh masyarakat yang masih memiliki dan menyimpan senjata api ilegal, agar segera menyerahkannya kepada pihak berwajib terdekat. Bagi masyarakat yang menyerahkan secara sukarela, tidak akan dikenakan hukuman.

Tetapi, jika masih ada masyarakat yang memegang dan menggunakan senjata api sampai batas waktu yang telah ditentukan tersebut, maka akan dikenai sanksi hukum. Mereka bisa dikenakan UU Darurat tentang senjata api. “Kita berharap, dengan adanya pengumpulan senpi ini tidak ada lagi senpi yang beredar di tengah masyarakat,” tegas Kabid Humas Polda.

Secara umum situasi keamanan di Aceh saat ini terkendali. Meskipun demikian ada sejumlah insiden yang perlu tindakan lebih lanjut. Kasus-kasus penggunaan senjata api sedang berusaha diungkap. Dalam hal ini, Polda Aceh di back-up oleh Mabes Polri.

Dalam menumpas peredaran senjata illegal di Aceh, Polda Aceh juga dibantu oleh TNI dari Kodam IM. Sinergi antara Polda dan Kodam ini diharapkan mampu menekan peredaran senpi.

Pangdam mengatakan, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan tiga pucuk senjata api ilegal yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat. Dua pucuk senjata api tersebut berasal dari wilayah barat Aceh dan satu pucuk lagi dari wilayah Aceh Besar.

“Kita harapkan selanjutnya masyarakat dengan sukarela menyerahkan senpi ilegal tanpa harus dengan paksaan,” tegas Pangdam IM. (Putra)