AS Akan Manfaatkan Jokowi Untuk Kuasai Kekayaan Indonesia




Jakarta
- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan,  ada nya pertemuan Dubes Amerika dengan  Jokowi, adalah bukti bahwa Amerika memiliki kepentingan terhadap pemenangan calon presiden tertentu di Pemilu Presiden 2014 nanti.

Jajat mengungkapkan, setidak nya ada beberapa kepentingan Amerika di Indonesia. Pertama, Amerika ingin terus mengeruk emas dan kekayaan alam Indonesia lainnya untuk menutupi hutang negaranya terhadap China dan Jepang yang cukup besar.

Tercatat hingga Juli 2013, jumlah surat hutang pemerintah AS yang dipegang China mencapai US$ 1,28 triliun atau sekitar Rp 12.800 triliun dan Jepang memegang US$ 1,14 triliun atau Rp 11.400 triliun.

Yang kedua, Indonesia adalah tujuan produk ekspor Amerika.

"Kepentingan Amerika di Indonesia sangat besar, terlebih dalam bidang perekonomian. Sebagai contoh Amerika adalah negara penjual kedelai terbesar bagi Indonesia yaitu 1,8 juta ton pertahun dengan nilai US$ 1,1 miliar. Amerika juga menjual gandum ke Indonesia sebanyak 686,4 ton pertahun dengan nilai US$ 256,4 juta serta daging dengan nilai US$ 6,6 juta," jelas Jajat.

Oleh karena itu, Jajat mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memilih pemimpin yang tunduk terhadap kepentingan Amerika.

“Ini adalah waktu yang menentukan bagi bangsa ini, jika kita salah pilih pemimpin, selamanya kita akan berada dalam kendali antek-antek asing," tegas nya. (yuri)