Di Duga Mengidap HIV/AIDS, Ibu dan Bayinya Di Kucilkan



Lhokseumawe -  Terungkap, ada sebuah kasus stigma dan diskriminasi terhadap seorang ibu dan anak berumur dua tahun oleh Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP),  di Desa Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Yang lebih mengenaskan, anak yang masih balita itu dilarang mendapatkan imunisasi oleh pihak Puskesmas setempat.

Temuan tersebut di ungkap oleh Fadhli Djailani, HIV-Aids Project Manager YPAP di tengah acara sosialisasi dan pengetahuan dasar HIV bagi Muspika Kuta Makmur kemarin. Menurutnya, setelah mendapatkan informasi itu, pihaknya langsung melakukan pendampingan dan tes terhadap keduanya.

“Setelah kami tes kesehatan, ibu dan anak laki-laki yang berumur dua tahun tersebut negatif HIV AIDS. Yang perlu digarisbawahi, masyarakat kita masih belum memahami tentang HIV AIDS sehingga masih terjadi diskriminasi seperti terhadap warga Buloh Blang Ara, walau belum tentu korbannya penderita HIV,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan lebih lanjut, pengucilan masyarakat terhadap ibu dan anaknya berupa tidak diperbolehkan menyewa toko untuk buka usaha jahit, masyarakat tidak mau bergaul kedua korban, hingga anaknya dilarang imunisasi oleh Puskesmas setempat.

Bahkan bidan di puskesmas melarang bayi tersebut menyusui. “Diskriminasi ini sudah selama tiga tahun sejak 2011 setelah suaminya meninggal,” ujar nya. (Irham)