H-2 Masyarakat Masih Bingung Cara Mencoblos



Ambon - Pemilihan umum legislatif yang tinggal beberapa hari lagi tepatnya H-2 dari 9 April 2014 mendatang. sampai saat ini masyarakat masih bingung cara mencoblos, dan tanggal berapa pencoblosan akan digelar. Sebagian mengaku sudah mengetahui kapan pencoblosan, namun memilih golput atau tidak memilih.

Dari beberapa warga yang ditemui, di Kota Ambon, Masohi, dan Namlea, rata-rata mengaku, tak mengetahui cara pencoblosan, ada juga tidak mengetahui kapan pemilu akan digelar.  Ini terjadi karena tidak ada sosialisasi terkait pemilu 9 April mendatang.

“Kalau soal tanggal pemilu, saya sudah tahu tanggal 9 April. Tapi soal tata cara mencoblos, saya belum paham betul, apakah masih menggunakan cara yang sama dengan pemilu yang lalu, atau ada perubahan lagi,” kata salah satu warga Desa Batu Merah, Kota Ambon, Sulaiman  Arif.

Pengakuan yang tidak berbeda juga di sampaikan oleh warga Desa Batu Merah Kota Ambon lainnya, Sukardi. “Saya belum tahu kapan Pemilu, katanya belum depan ya, tapi tidak tahu tanggal berapa,” ungkapnya.

Pria  yang berprofesi sebagai pedagang kaki  lima ini mengakui,  telah memiliki pengalaman tentang cara mencoblos yang  benar dari pemilu sebelumnya dan Pemilukada Gubernur Maluku tahun 2013 lalu.

Namun  dia tidak begitu tertarik lagi untuk mengikuti pemilu legislatif tanggal 9 April mendatang. Sebabnya, setiap pemilu tidak memiliki dampak positif yang maksimal bagi kehidupan masyarakat. Para  wakil rakyat yang dipilih selama ini, dinilainya belum memberikan perhatian baik  bagi kepentingan  masyarakat.

“Jadi saya hanya ikut saja,  kalau sudah waktunya dan saya dapat undangan, ya saya pergi untuk coblos,” ungkap salah satu warga Desa Merah Kota Ambon, Sukardi
Minimnya sosialisai bagi masyarkat juga di akui oleh warga Kota Ambon lainnya, Sri Sumiati Tuaputty.

“Sepertinya kegiatan sosialisasi minim sekali  ya, padahal itu penting agar masyarakat bisa memahami tata cara mencoblos yang  benar sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Kendati demikian, mahasiswi  tingkat awal di salah satu perguruan tinggi di Kota Ambon ini mengakui, dirinya telah siap mengikuti hajatan demokrasi lima tahunan ini nanti.
“Ya siap lah, ini kan untuk kemajuan daerah ini, dan bangsa Indonesia kedepan. Dan soal tata cara mencoblos, saya sudah memiliki pengalaman sejak masih sekolah di SMA,  saya sudah tahu caranya,” kata Tuaputty.

Sementara itu, Rachmwati Rumata,  pelajar pada salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Seram Bagian  Timur ini,  mengaku belum memahami   tata cara pencoblosan yang benar.  “Saya baru ikut pemilu, jadi belum tahu cara mencoblos yang benar,” katanya, kemarin.

Kendati  sudah pernah menggunakan hak suaranya pada pemilihan Gubernur Maluku    tahun 2013 lalu, namun dirinya mengakui masih belum memiliki kesiapan  yang  matang   untuk  mengikuti pemilu   nanti.

“Kalau Pemilihan gubernur kan calonnya tidak banyak, jadi tidak terlalu bermasalah, tapi pemilu nanti banyak calon dan banyak partai,  saya pasti bingung,” jelasnya.

Mirwan, warga Kota Masohi yang bekerja di Ambon ini mengaku, masih bingung tentang cara mencoblos yang benar. “Maksudnya, posisi mencoblos yang benar itu dimana, apakah di nama caleg, nomor  urut caleg, atau gambar caleg. Jangan sampai coblos salah tempat akhirnya suara  jadi hangus, percuma  juga kan,” kata pria berprofesi sebagai kuli bangunan ini.

Di Namlea, banyak pemilih yang mengaku bermasalah dengan tata cara mencoblos. Mereka juga banyak belum mengetahui, kapan pencoblosan akan digelar. Meski demikian, ada juga yang mengaku telah mengetahui tanggal pelaksanaan pencoblosan.

Mahdia mengatakan, hingga saat ini belum mengetahui secara jelas cara memilih calon legislatif. Untuk mengetahui mana dapil 1, II dan III saja dirinya tidak begitu mengerti. Selain itu, calon legislatif yang ikut pemilihan menurut Mahdia sangat banyak dan hal itu terbukti dengan banyaknya gambar terpampang di sepanjang jalan di Kabupaten Buru.

Lain halnya dengan, Suhardi. Dia mengatakan, selain membaca tata cara memilih di internet, dirinya juga sering memperhatikan iklan KPU yang dipajang di beberapa titik Kota Namlea serta mendengarkan iklan ajakan memilih serta tata cara memilih di Eadio Marimu FM, Namlea.

Di Masohi mayoritas warga belum memahami tata cara pencoblosan. Rudi (62), salah satu warga Kecamatan Seram Utara kepada di Terminal Binaiya, Masohi, mengaku belum tahu kepastian tanggal pelaksanaan pemilu. Demikian juga menyangkut mekanisme pencoblosan juga demikian. “Tanggal pencoblosan kita tidak tahu. Apalagi cara coblos,” katanya.

Soal tanggal kapan dilakukan pencoblosan, rata-rata warga di Kota Masohi mengetahui. “Saya sendiri saja belum tahu mekanisme pencoblosan pada pemilu tahun ini, apakah masih sama dengan pemilu tahun sebelumnya, atau bagaimana, saya tidak tahu,” ungkap Man, warga Kota Masohi.

Udin, warga yang ditemui di Pasar Binaiya, Masohi, malah telah memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Selain karena tidak memiliki pilihan yang baik, menurutnya, banyak faktor lain yang menyebabkan dia tidak menggunakan hak demokrasinya.

“Sampai sekarang kita tidak tahu mekanisme pencoblosan. Bagaimana kita bisa memberikan hak pilih. Daripada memberikan hak pilih tapi mubazir, lebih baik saya tidak memilih sama sekali,” pungkasnya.