Irwandi : PNA Bukanlah Partai Pendendam

irwandi yusuf



Banda Aceh
– Partai Nasional Aceh (PNA) adalah partai penyelamat bagi segenap masyarakat Aceh dan PNA bukan partai yang membawa konflik bagi Aceh. Hal tersebut di ungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina PNA tersebut saat berkampanye di hadapan ribuan simpatisannya pada kampanye akbar PNA di Lampineung, Kota Banda Aceh, Jum’at (4/4/2014).

Menurutnya, PNA berjuang demi semua masyarakat Aceh, baik yang memilih PNA maupun yang tidak memilih. “PNA adalah partai penyelamat. Seperti pemadam kebakaran, penjaga pantai dan Basarnas. Warnanya orange karena fungsinya untuk penyelamatan, begitu juga dengan PNA.”

Irwandi juga sangat menyayangkan beberapa kasus pembunuhan sejak tahun 2011 sampai saat ini. “Banyak orang Aceh mati dengan sia sia dibunuh oleh orang yang tak bertanggung jawab,” lugasnya.

Mengenai adanya insiden penembakan di Bireuen, Irwandi menegaskan insiden itu tidak ada sangkut pautnya dengan pihaknya. “PNA bukanlah partai yang pendendam. Walau kadang-kadang PNA juga jadi target pembunuhan, namun tidak ada istilah balas dendam karena mereka juga saudara kita,” ujarnya.

Menurut mantan Gubernur Aceh ini, di permukaan tampak persaingan partai lokal di Aceh antara Partai Aceh dan PNA sangat brutal, seperti diberitakan oleh beberapa media massa. “Namun itu bukanlah suatu persaingan brutal, melainkan PNA yang dibrutali oleh partai lain. Hal tersebut bukan jadi masalah, karena mereka juga saudara kita.”

Jika PNA menang pada Pemilu kali ini, ia berjanji akan melaksanakan beberapa program andalannya seperti pengobatan gratis, pendidikan gratis dan listrik gratis, namun hanya untuk kaum dhuafa. “Orang kaya tidak perlu itu, karena orang kaya harus mensubsidi kaum dhuafa,” ujar nya. (Abhy)