Resmi Di Beli, Nokia Tak Akan Produksi Ponsel Lagi ?




AcehJournalPasific.com
- Kemarin, (25/4/2014), akuisisi Microsoft atas bisnis perangkat Nokia bernilai 7,2 miliar dollar AS resmi di rampungkan..

"Hari ini kami menyambut bisnis perangkat keras dan layanan Nokia ke Keluarga kami. Kemampuan mobile dan aset yang mereka bawa akan melanjutkan transformasi kami,\" ujar CEO Microsoft Satya Nadella.

Dua unit bisnis Nokia tersebut (perangkat dan layanan) dinamai ulang menjadi Microsoft Mobile Oy dan dioperasikan sebagai anak perusahaan terpisah. \"Oy\" merupakan kata dalam bahasa Finlandia (Osakeyhtiö) yang merujuk pada sebuah perusahaan yang sahamnya tidak dimiliki publik, seperti \"Ltd\" alias \"Limited\" dalam Bahasa Inggris.

Dengan selesai nya proses akuisisi tersebut, maka berakhir pula kiprah Nokia sebagai produsen smartphone terbesar yang pernah ada. Masih segar dalam ingatan, kala dahulu Nokia pernah memperoleh gelar 'ponsel sejuta umat' dan menguasai penjualan ponsel dunia selama 14 tahun berturut - turut.

Seperti para rekan senasib nya yang terlebih dahulu melepas bisnis perangkat, yakni Ericsson dan Siemens,  maka Nokia juga akan melanjutkan hidup dengan Unit bisnis yang tersisa : Nokia Solutions and Network, layanan peta (HERE maps) serta divisi pengembangan teknologi dan lisensi.

Sebelum nya, Microsoft berjanji akan ikut memboyong 32.000 pekerja Nokia, namun kini hanya 25. 000 pekerja saja yang di ikut sertakan Microsoft. Belum di ketahui, bagaimana nasib sisa karyawan lain nya yang di telantarkan oleh Microsoft.
Perlu di ketahui, bahwa pabrik ponsel Nokia yang terletak di Korea dan India tidak termasuk yang di beli oleh Microsoft. Jadi, masih ada kemungkinan Nokia akan kembali memproduksi ponsel di masa depan, meski kemungkinan tersebut sangat kecil.

Di kabarkan, Microsoft sedikit kebingungan setelah akuisisi bisnis perangkat Nokia selesai. Pasal nya, di satu sisi mereka ingin mengembangkan platform Windows Phone pada ponsel buatan vendor lain, namun, di sisi lain, secara tidak langsung Microsoft juga bersaing dengan mereka dalam hal penjualan ponsel, sebab kini Microsoft juga telah berbisnis smartphone, lewat divisi perangkat Nokia yang telah mereka beli. (abhy)