Stres Karena Tak terpilih, Caleg Ini Curi Sandal dan Kelapa



Jakarta - Ahmad (bukan nama sebenarnya) membuat malu seluruh keluarga. Calon anggota legislatif (caleg) itu mencuri kelapa dan sandal jepit. Warga pun melempari eks pemilik toko kelontong itu dengan batu.

Harian Warta Kota melaporkan pada edisi Senin(14/4/2014) ini, cerita ihwal Ahmad ini disampaikan Ustaz Syaifuddin Juhri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Syaifuddin menceritakan, caleg itu tadinya tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya di Tangerang. Dia tidak terlalu kaya, tapi sebenarnya kehidupannya lumayan.

Caleg itu punya satu toko kelontong. Tapi lantaran obsesinya jadi anggota DPRD, toko itu dijual, kemudian dijadikan modal untuk ikut pemilihan. Begitu pencoblosan usai dan tahu dirinya tak akan terpilih, caleg ini berubah aneh. Dia jadi lebih sering menyendiri di dalam kamar. Tak mau makan, minum, apalagi bicara.

Belakangan dia sering keluyuran ke rumah tetangga lalu mengambil sandal jepit atau kayu bekas. Kayu-kayu itu kemudian ditumpukkan di depan rumah. Untungnya caleg ini tak mengamuk, hanya kelakuannya saja menyebalkan.

Melihat tingkahnya mulai aneh, keluarganya memilih membawanya ke Parung, Bogor, Jawa Barat, di rumah salah seorang saudaranya. Saat Syaifuddin datang ke Parung, caleg itu ditempatkan sendirian di kamar. Keluarganya sengaja tak menaruh tempat tidur, lalu seluruh kain dan tali sengaja disingkirkan karena takut caleg itu bunuh diri.

Namun tingkah lakunya tak berubah, beberapa jam setelah menempati kamar itu, meski pintunya dalam kondisi terkunci, sang caleg malah kabur dengan cara membongkar jendela tanpa teralis.

Usai membongkar jendela dia keluar rumah, dia lalu memanjat sebuah pohon kelapa milik tetangga. Tinggi pohon itu dua meter. Dia kemudian mencopot semua kelapa dari atas pohon.

Dengan golok yang dia bawa dari dapur. Semua kelapa dia buka dan diminumnya. Terang saja kelakuan caleg ini membuat warga di situ murka. Masyarakat melempari nya dengan batu, dan baru berhenti begitu saudaranya memberitahukan bahwa itu adalah  kerabat nya. (tribunnews)