Jokowi-Samad, Sama-sama Jago Loncat Dong


Jakarta -  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, dianggap belum cukup layak maju sebagai pendamping bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aktivis anti korupsi itu tidak punya pengalaman berada di pemerintahan, bahkan di parlemen sekalipun.

"Berat sekali untuk seorang cawapres yang tidak pernah ada di eksekutif, bahkan di DPR. Cuma di LSM lalu di KPK," kata pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, Cikini, Jakarta, Kamis (15/5).

Lebih lanjut, dikatakan, jabatan Ketua KPK yang diemban Samad masih seumur jagung. Apalagi, tindak pidana korupsi di Indonesia yang luar biasa banyak belum menunjukkan pengurangan signifikan.

"IMenurut saya berat sekali," beber Siti.

Siti menambahkan, Samad sebagai calon pendamping justru akan merugikan Jokowi. karena Jokowi selama ini dianggap sebagai sosok yang suka lompat terbang jabatan.

"Belum kelar di Surakarta, Jokowi sudah ke Jakarta. Baru 1,5 tahun memimpin Jakarta, ia meloncat lagi ke level nasional.Janganlah Jokowi dikunci oleh hal-hal seperti. Sudah, Pak Jokowi dikatakan loncat-loncat, ini satunya loncat-loncat lagi. Jangan, tidak bagus untuk satu contoh dalam pemilu," jelasnya.